150 Petugas DLH Solo Lembur Bersihkan Puing Kerusakan Dampak Aksi Massa
Espos.id
Jenis Media: Solopos

Esposin, SOLO--Seratusan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo kerja lembur membersihkan sejumlah fasilitas terutama pot bunga yang rusak akibat aksi unjuk rasa bela driver ojek online (ojol) pada Jumat (29/8/2025). Mereka berharap situasi Kota Solo segera kondusif.
Pantauan Espos, Sabtu (30/8/2025) pukul 10.30 WIB, puluhan petugas kebersihan DLH tampak sibuk membersihkan pot-pot bunga yang rusak dari kawasan Gladak sampai depan Balai Kota Solo. Mereka mengangkut tanah, pot, dan tanaman ke dalam truk secara bergantian.
Selain pot bunga, di halte-halte di Jl Jenderal Sudirman juga mengalami kerusakan mulai dari lantai bangunan hingga papan informasi LED. Halte juga dipenuhi berbagai tulisan dari Pylox.
Sementara itu, arus lalu lintas di kawasan Gladak tampak terjadi perlambatan. Udara di kawasan ini juga berdebu yang disebabkan tanah-tanah yang berserakan di jalan dilewati banyak kendaraan.
Salah satu petugas kebersihan, Sukiyanto, mengaku sudah berkerja sejak Jumat petang. Dia menyebut ada lebih dari 150 petugas kebersihan yang diterjunkan.
"Ini dari kemarin sore sampai sekarang begadang. Ya namanya kewajiban .Semua personel terjun sekitar 150-an orang," kata dia saat diwawancarai Espos di lokasi, Sabtu.
Petugas tersebut, lanjut dia, disebar di beberapa titik mulai dari Tugu Makutha ke timur, Kottabarat, dan Kawasan Bundaran Gladak atau Jl. Slamet Riyadi. Dia menyebut kendala utama yang dihadapi petugas adalah keterbatasan angkutan kendaraan dalam hal ini truk.
"Di Kottabarat, Ursulin, dan Makutha juga belum semua teratasi karena memang banyak pot-pot yang rusak," ungkap dia.
Dia berharap Kota Solo kembali normal dan kondusif kembali.
"Kita tidak tahu politik-politik itu, tapi saya ingin normal dan kondusif lagi. Kalau seperti ini kondisinya kami kan kerjanya juga ekstra," ujar dia.
Sementara itu salah satu petugas kontraktor kabel bawah tanah di Jl. Jenderal Sudirman yang enggan disebut namanya mengaku alat-alat konstruksi juga turut hilang dan rusak pascademo. Dia berharap aksi unjuk rasa anarkis bisa segera diakhiri karena merugikan banyak pihak.
"Wah, kemarin tong saya yang gede itu hilang dan kayaknya dibakar di tengah bundaran itu. Belum alat-alat perintilan lainnya. Saya mohon aksi anarkis bisa segera selesai, kota kembali aman, dan saya bisa segera menyelesaikan pekerjaan saya," kata dia.
Sentimen: neutral (0%)