Sentimen
Informasi Tambahan
Kab/Kota: Sragen
Kasus: kekerasan seksual
Bocah SD di Sragen Alami Luka pada Bagian Kemaluan, Ortu Lapor Polisi
Espos.id
Jenis Media: Solopos

Esposin, SRAGEN -- Seorang warga Kecamatan/Kabupaten Sragen membuat aduan ke polisi lantaran menduga anaknya yang masih SD menjadi korban kekerasan seksual. Ditemukan luka pada bagian kemaluannya.
Unit Pelayanan Perempan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sragen masih menyelidiki kasus tersebut dan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sragen.
Penyelidikan dilakukan Unit PPA Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen atas aduan dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur pada Selasa (12/8/2025) lalu. Penyelidikan itu dilakukan berdasarkan laporan R, 62, warga Sragen, atas adanya luka pada kemaluan anaknya yang masih bocah berinisial D, 7.
Bocah itu masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Petugas P2TP2A Sragen Diah Nursari kepada Espos, Jumat (29/8/2025), menyampaikan P2TP2A langsung merespons kasus tersebut ke korban dan berkoordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Sragen karena orang tua korban sudah membuat aduan ke polisi.
Dalam penanganan kasus itu, Diah masih perlu pendekatan kepada anak karena si anak belum bisa diajak bicara. "Kami belum berani mengambil kesimpulan karena belum menemukan bukti kuat," katanya.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kasatreskrim AKP Ardi Kurniawan kepada Espos, Jumat (29/8/2025), mengungkapkan kasus ini bermula dari laporan seorang warga Sragen, R, 62, yang mendapati anaknya, D, 7, mengalami luka pada bagian kemaluan.
“Awalnya, pada Kamis [14/8/2025], orang tua korban membawa anaknya ke bidan terdekat. Esoknya, Jumat (15/8/2025), korban mengalami pendarahan hingga dirujuk ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dan menjalani operasi serta rawat inap tiga hari,” ungkap Ardi, Jumat (29/8/2025).
Unit PPA kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dengan melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi, memeriksa lingkungan sekitar, hingga meminta visum terhadap korban di RSUD Sragen. Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter RSUD Sragen menunjukkan adanya luka pada bibir kemaluan, namun selaput dara masih utuh.
“Dari keterangan dokter, luka tersebut bukan akibat kekerasan seksual. Keterangan itu diperkuat pengakuan anak kepada ibunya bahwa luka dialami karena jatuh dari sepeda,” jelasnya.
Polres Sragen menegaskan proses penyelidikan masih terus berjalan. Termasuk meminta hasil visum dari RSUD untuk mengetahui penyebab luka pada anak Korban. “Perkara ini tetap dalam penyelidikan. Semua keterangan dan bukti yang ada akan terus kami dalami untuk memastikan kebenaran peristiwa ada atau tidaknya tindak pidana,” tegas Kapolres melalui Kasatreskrim.
Sentimen: neutral (0%)