Sentimen
Undefined (0%)
29 Agu 2025 : 11.42
Informasi Tambahan

Hewan: Ayam

Kab/Kota: Joglo, Salatiga, Solo

Mencicipi Kesegaran Timlo Bu Ning Salatiga

29 Agu 2025 : 11.42 Views 5

Espos.id Espos.id Jenis Media: Jateng

Mencicipi Kesegaran Timlo Bu Ning Salatiga

Esposin, SALATIGA–Di tengah gempuran makanan modern yang saat ini semakin menjamur, warung Timlo Bu Ning yang terletak di Jalan Muwardi, Kelurahan Gendongan, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) masih tetap bertahan dan ramai dengan pengunjung. 

Warung yang berada di gang sempit itu selalu ramai pengunjung terutama saat pagi hari. Suasana warung yang asri dengan banyak pohon dan rumah joglo jadul membuat para penikmat makanan jenis sup betah berlama-lama berada di warung Timlo Bu Ning. 

Pemilik Timlo Bu Ning, Salatiga, Doty Wastu Sujiwo mengatakan, warung Timlo Bu Ning merupakan usaha peninggalan ibunya, yang saat ini dia teruskan. Warung tersebut dibuka sejak tahun 2004, di gang sempit yang saat ini menjadi jalan menuju warung. 

“Dulunya ibu itu jualan di gang yang sekarang jadi jalan masuk itu. Kemudian pada tiga tahun belakang ini saya ubah, warungnya masuk di rumah dengan hiasan dan konsep ala jaman dulu,” terang Doty kepada Espos, Jumat (29/8/2025). 

Meskipun Timlo merupakan makanan asal Solo, kata Doty, dirinya memodifikasinya agar cocok dengan lidah orang Salatiga. Beberapa hal yang membedakan, isian dari Timlo yang lebih sedikit dari Solo. Hanya ada isian sosis, ati, ampela, telur bacem, dan irisan daging ayam. 

“Untuk kuahnya kita menggunakan resep dari orang tua. Yang membedakan dengan yang lain di sini itu kuahnya yang tidak berubah. Selain itu, konsep suasana di sini banyak pohon dan rumahnya juga rumah lawas,” ungkap Doty. 

Meskipun sudah generasi kedua, lanjut Doty, banyak pelanggan ibunya dulu yang tetap datang ke warungnya. Dirinya sengaja mempertahankan resep warisan orang tua. Sehingga sebagian dari mereka yang sudah punya anak mengajak keluarganya untuk datang ke warungnya dan menjadi pelanggan. 

Warung Timlo Bu Ning sendiri buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga siang. Setiap harinya lebih dari 100 porsi Timlo berhasil ludes dibeli pelanggan. Sedangkan untuk harga, Timlo Bu Ning mematok harga mulai Rp 12.000.

Sarah seorang pelanggan Linda mengaku sudah lama berlangganan di Timlo Bu Ning. Menurutnya, rasa Timlo tersebut enak dan cocok. Selain itu, suasana yang tenang di warung tersebut menjadi daya tarik tersendiri. 

“Pertama tahu Timlo di sini karena sering dibelikan mertua untuk dibawa pulang. Selanjutnya, dirinya mengajak suaminya untuk makan langsung di tempat dan menjadi ketagihan,” ungkap Linda. 

Diakuinya, hampir setiap pekan dirinya menyempatkan diri untuk makan di warung Timlo Bu Ning. Harganya yang relatif murah menjadi salah satu alasan dirinya sering datang di warung tersebut.

Sentimen: neutral (0%)