Sentimen
Undefined (0%)
27 Agu 2025 : 17.54
Informasi Tambahan

BUMN: Bank Mandiri, BNI, BRI, Himbara, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

Kab/Kota: Karet, Shanghai

Kasus: Zona Hijau

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Berbagai Kondisi Eksternal

27 Agu 2025 : 17.54 Views 12

Espos.id Espos.id Jenis Media: Bisnis

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Berbagai Kondisi Eksternal

Espos.id, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (27/8/2025) ditutup menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup menguat 30,42 poin atau 0,38% ke posisi 7.936,18. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,14 poin atau 0,51% ke posisi 813,47.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu sektor industri naik sebesar 2,20%, diikuti oleh sektor barang baku yang naik 2,17% dan sektor properti yang naik 2,11%.

Sedangkan lima sektor terkoreksi yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 0,97%, diikuti oleh sektor teknologi yang turun 0,85% dan sektor barang konsumen primer yang turun 0,53%.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.304.642 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 41,21 miliar lembar saham senilai Rp21,57 triliun. Sebanyak 335 saham naik, 327 saham menurun, dan 142 tidak bergerak nilainya.

Dari jajaran saham berkapitalisasi jumbo, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) memimpin penguatan, dengan naik 10,42% ke Rp9.800 pada perdagangan hari ini. Selain BREN, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turut naik 5,05% ke Rp2.290 dan PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) menguat 1,00% ke Rp1.520 pada perdagangan hari ini.

Selain dari Grup Prajogo, penguatan juga dialami oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang menguat 4,89% ke Rp95.000, saham PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) menguat 2,37% ke Rp9.725, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menguat 0,93% ke Rp8.150.

Di sisi lain saham grup Prajogo Pangestu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) melemah 4,41% ke Rp1.625, diikuti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 2,76% ke Rp3.170, dan PT Astra International Tbk. (ASII) melemah 2,22% ke Rp5.500. 

Saham di lingkup sejumlah bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) juga tercatat lesu. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melemah 2,04% ke Rp4.800, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah 1,98% ke Rp4.450, hingga PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 0,96% ke Rp4.130.

Sementara itu, dari jajaran saham penghuni LQ45, penguatan dipimpin oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang naik 7,17% ke Rp2.390, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) naik 6,08% ke Rp3.840, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) naik 5,85% ke Rp434. Sebaliknya, pelemahan di LQ45 dipimpin oleh PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) yang lesu 6,76% ke Rp2.760, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) melemah 4,17% ke Rp1.265, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) melemah 3,44% ke Rp7.025.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 86,10 poin atau 0,20% ke 42.480,00, indeks Hang Seng melemah 323,16 poin atau 1,27% ke 25.201,76, indeks Shanghai turun 68,03 poin atau 1,76% ke 3.800,35, dan indeks Strait Times melemah 3,62 poin atau 0,09% ke 4.240,09.

“Pasar tampaknya merespons rilis data profit industrial China yang mengalami pemulihan di tengah masih melemahnya permintaan domestik mereka,” sebut tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya, Rabu.

Dari kawasan Asia, Biro Statistik Nasional (NBS) China mencatat laba industri turun 1,5% secara tahunan pada Juli 2025, atau mereda dari penurunan 4,3% pada Juni 2025, serta mengalami kontraksi 1,7% pada tahun berjalan atau membaik dari kontraksi 1,8% pada Juni 2025.

Pelaku pasar menilai meredanya penurunan itu bagian dari langkah-langkah dukungan pemerintahan China yang sedang berlangsung dalam upaya membangkitkan ekonomi mereka.

Dari Amerika Serikat (AS), pelaku pasar diselimuti kekhawatiran tentang independensi The Fed yang dapat mengikis kepercayaan pasar, pasca Presiden AS Donald Trump memberhentikan Gubernur Fed Lisa Cook. Dari dalam negeri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan AS sepakat secara prinsip untuk mengecualikan ekspor komoditas utama Indonesia, yakni kakao, minyak sawit, dan karet, dari bea masuk sebesar 19 persen yang diberlakukan Presiden Trump sejak 7 Agustus 2025.

Kabar itu tentunya akan mendorong daya saing ekspor Indonesia yang lebih kompetitif di pasar AS, sehingga akan menopang neraca perdagangan Indonesia.

 

Sentimen: neutral (0%)