Sentimen
Undefined (0%)
27 Agu 2025 : 15.26
Informasi Tambahan

BUMN: BUMD, PDAM

Kab/Kota: Karanganyar, Solo

Partai Terkait

Sidak, Komisi II DPRD Yakin Bank Solo bakal Bukukan Laba & Tak Layak Dibubarkan

27 Agu 2025 : 15.26 Views 8

Espos.id Espos.id Jenis Media: Solopos

Sidak, Komisi II DPRD Yakin Bank Solo bakal Bukukan Laba & Tak Layak Dibubarkan

Esposin, SOLO -- Legislator Komisi II DPRD Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Bank Solo, Senin (25/8/2025) siang. Sidak itu untuk melihat sejauh mana performa Bank Solo yang sebelumnya diultimatum oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi, akan dibubarkan bila gagal membukukan laba pada 2025.

Sidak dipimpin Sekretaris Komisi II DPRD Solo, Mukarromah, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia menilai performa Bank Solo baik dan tidak layak dibubarkan akhir tahun ini.

"Tidak [tidak sepakat Bank Solo dibubarkan], tetap profit, memberikan kontribusi pemasukan untuk Solo. Saya optimisme tinggi, Bank Solo akan melejit, tinggal menata ulang," ujar dia.

Menurut Mukarromah, banyak hal bisa dilakukan untuk meningkatkan performa Bank Solo. Seperti dengan menggalakkan sosialisasi atau pemasaran Bank Solo oleh jajaran bank pelat merah Solo itu.

"Marketing bisa digalakkin lagi, sosialisasi ada Bank Solo, dan tingkatkan trust warga. Karena bunganya rendah loh. Ke depan ASN gajinya bisa lewat Bank Solo, selama ini baru PPPK," kata dia.

Mukarromah menjelaskan Bank Solo ikut andil dalam memberikan sumbangsih bagi pendapatan asli daerah (PAD) Solo. Namun, besaran kontribusi untuk PAD tersebut diakui dia belum terlalu besar.

"Ada statemen dari Mas Wali Kota, BUMD yang tidak perform akan dibubarkan. Kami merespons, sejauh mana profitability-nya. Ternyata sumbangsihnya terhadap PAD ada, walau tidak terlalu besar," urai dia.

Mukarromah menjelaskan Bank Solo sudah lama tidak mendapatkan tambahan modal dari Pemkot Solo, baik berupa aset maupun dana segar. Kondisi itu dia akui ikut mempengaruhi performa bank.

"Ternyata dari 2016 sampai 2025 belum ada tambahan modal dari Pemkot Solo. Penyertaan modal sembilan tahun, bahkan 12 tahun yang modal berupa tunai. Terakhir 2016 itu modal aset bangunan," kata dia.

Situasi berbeda dialami BUMD Solo lainnya yang terbilang sering mendapatkan penyertaan modal. Dia mencontohkan PDAM Solo. "Seperti PDAM itu setiap tahun digelontorkan modal, juga Perumda Pedaringan," urai dia.

Wali Kota Solo Respati Ardi mengancam akan membubarkan dua badan usaha milik daerah atau BUMD Pemkot Solo bila tidak membukukan keuntungan atau laba pada tahun 2025. Dua BUMD tersebut adalah Bank Solo dan Perumda Pedaringan.

“Kalau BUMD lain, Perumda Pedaringan dan Bank Solo, kalau besok Agustus-Desember tidak membukukan keuntungan akan saya bubarkan. Tutup saja, ngrugekne negara terus soalnya tidak untung-untung,” kata Respati saat memberikan sambutan dalam acara Launching Serapan SPAM Regional Wosusokas untuk Kota Solo di Reservoir Plesungan Gondangrejo, Karanganyar, Kamis (17/7/2025).

“Kami membubarkan BUMD yang tidak membukukan keuntungan [Pedaringan dan Bank Solo]. Ya, lihat saja nanti waktu rapat umum pemegang saham [RUPS] di akhir tahun 2025, kalau tidak setor keuntungan saya bubarkan,” tegas Respati saat dimintai konfirmasi ulang Espos seusai acara.

Menurut Mas Wali, sapaannya, dua BUMD tersebut tujuan utamanya diciptakan Pemkot Solo bukan fokus pada pelayanan melainkan untuk mencari keuntungan. Dengan begitu keduanya seharusnya berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD) selain dari pajak dan retribusi.

Sentimen: neutral (0%)