Sentimen
Undefined (0%)
26 Agu 2025 : 14.46
Informasi Tambahan

Kab/Kota: Solo

Terungkap, Predikat Kota Layak Anak Solo Turun akibat Kesalahan Internal

26 Agu 2025 : 14.46 Views 11

Espos.id Espos.id Jenis Media: Solopos

Terungkap, Predikat Kota Layak Anak Solo Turun akibat Kesalahan Internal

Esposin, SOLO -- Wali Kota Solo Respati Ardi menyebut salah satu faktor penyebab turunnya peringkat penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Solo dari predikat Utama ke Nindya karena kesalahan internal Pemkot Solo. Untuk itu, ia meminta maaf kepada masyarakat.

“Internal, kesalahan internal, upload data ditanyai dari Kementerian tidak bisa menjawab. Itu saya mohon maaf sekali. Saya mohon maaf, tetapi saya percaya diri, dengan acara hari ini menunjukkan keberpihakan kami kepada anak,” kata Wali Kota Solo.

"Cuma masalah administrasi yang kami tidak siap, kesalahan internal Pemkot Solo,” jelas dia kepada wartawan setelah acara Peringatan Hari Anak  Nasional ke-41 di kompleks Balai Kota Solo, Selasa (26/8/2025).

Dia menjelaskan anggaran untuk pembangunan Kota Solo yang ramah anak serta regulasi yang ramah anak sudah cukup baik di Solo. Bahkan Pemkot Solo mendapatkan dukungan dari DPRD Solo mengenai regulasi dan anggaran.

“Sebenarnya anggaran sudah besar, sudah oke. Pemerintahan sudah oke. Tapi memang mohon maaf di internal kepegawaian kami yang masalah dokumen-dokumen yang ditanyain pasti itu enggak bisa jawab. Itu yang saya sayangkan sudah,” jelas dia.

Dia menjelaskan sejumlah kegiatan sudah dijalankan pada tahun lalu. Hanya dokumentasi dan data laporan kurang siap. Wali Kota Solo meminta jajarannya tidak hanya ”copy-paste” dalam menyusun program tetapi menghadirkan inovasi.

Menurut dia, penugasan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Serta Pengendalian Penduduk dan KB Kota Solo yang baru menjadi salah satu upaya membantu Solo mendapatkan KLA yang paripurna. Ia menargetkan Solo meraih KLA Parupurna tahun depan.

Sebelumnya, predikat Kota Layak Anak Solo turun satu tingkat dari kategori Utama menjadi Nindya pada 2025. KLA terdiri dari lima kategori dari yang terendah sampai tertinggi, yakni Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan Paripurna. Belum ada kota/kabupaten yang meraih KLA Paripurna sejauh ini. 

Penilaian itu diumumkan dalam acara Penganugerahan Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Jakarta, Jumat (8/8/2025) malam.

Wali Kota Solo Respati Ardi hadir menerima piagam penghargaan KLA kategori Nindya 2025 di Jakarta. Piagam itu diserahkan Wakil Menteri PPPA Veronica Tan kepada Wali Kota Solo.

Konvensi Hak Anak

Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menjelaskan penghargaan KLA merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan kesungguhan para kepala daerah beserta jajarannya dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

“Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kesungguhan para Gubernur, Bupati, Wali Kota, beserta seluruh jajarannya dalam mewujudkan lingkungan yang aman bagi anak,” ujar Menteri PPPA melalui laman resmi Kementerian PPPA.

"Hal ini sejalan dengan amanat konstitusi yang mewajibkan negara untuk memenuhi seluruh hak anak, memberikan perlindungan, serta menghargai pandangan mereka, sebagaimana diatur dalam Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi melalui berbagai peraturan perundang-undangan," jelasnya.

Menteri PPPA mengatakan mewujudkan KLA bukanlah tugas yang mudah tanpa adanya komitmen kuat dari pimpinan daerah, dukungan kebijakan, serta program terpadu yang berfokus pada pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

Menurut dia, jumlah daerah penerima penghargaan KLA 2025 cenderung menurun dibanding 2023 yang mencapai 360 daerah. Penurunan ini diakibatkan beberapa tantangan, salah satunya adalah masa transisi kepemimpinan kepala daerah dan pergantian SDM di berbagai wilayah.

Sementara itu, DPRD Kota Solo siap membantu Pemkot Solo untuk menaikkan kembali predikat Kota Layak Anak (KLA) yang tahun ini turun dari Utama ke Nindya. DPRD akan membantu hingga Solo bisa masuk kategori paripurna melalui regulasi hingga alokasi APBD Solo pada 2026.

“Ya, tentunya nanti akan kami dorong kembali agar upaya-upaya yang kemarin sudah maksimal di pemerintahan yang kemarin kaitannya dengan predikat Kota Layak Anak bisa ditingkatkan kembali. Karena sebenarnya kan kemarin kita berharap dari kategori predikat yang terakhir itu akan menuju Paripurna,” kata Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo, saat diwawancarai wartawan di Balai Kota Solo, Rabu (13/8/2025).

Menurut dia, DPRD Solo mendukung kembali kegiatan-kegiatan anak muda terutama Forum Anak Surakarta dari tingkat kelurahan sampai di tingkat kota supaya lebih aktif berkegiatan dalam rangka mendukung Kota Layak Anak. 

Sentimen: neutral (0%)