Politikus Partai Demokrat Sragen Buka 3 SPPG
Espos.id
Jenis Media: Solopos

Esposin, SRAGEN--Politikus Partai Demokrat Kabupaten Sragen Budiono Rahmadi membuka tiga unit satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk pelayanan program makan bergizi gratis (MBG). Dari tiga SPPG mitra Badan Gizi Nasional (BGN) itu baru satu unit yang uji coba operasional pelayanan di 10 sekolah di wilayah Desa Sepat dan Jirapan Kecamatan Masaran, Sragen.
SPPG yang terletak di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Sragen, mulai beroperasi pada Kamis (21/8/2025). Sedangkan dua SPPG lainnya belum operasional yaitu di PDS Desa Dawungan, Kecamatan Masaran, Sragen; dan SPPG di Desa Jono, Kecamatan Tanon, Sragen.
"Saya buka SPPG itu karena saya ingin mendukung progran Presiden. Bicara MBG penting atau tidak penting itu harus bijaksana. Orang mungkin mampu membeli makanan senilai Rp10.000. Tapi, makanan yang didesain komplit, ada buah, protein, sayur, dan karbohidrat ini belum tentu bisa. Di MBG dengan Rp10.000 sudah mendapat makanan lengkap ada sayur, buah, protein hewani, protein nabati, dan karbohidrat. Ini penting untuk masa depan anak-anak," ujar Budiono.
Budiono yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Sragen berpendapat masa depan generasi muda itu penting. Dia mengatakan pintar tapi tidak sehat itu tidak bisa apa-apa sehingga harus imbang. Dia menyatakan untuk mengeksekusi ide kreatif itu membutuhkan fisik. Kesehatan fisik itu, jelas dia, perlu didesain dari awal, salah satunya lewat MBG.
Dia menyatakan MBG ini merupakan ide yang luar biasa. Dia mengungkapkan niatnya membuka tiga SPPG itu untuk ikut berkontribusi membantu generasi muda agar fisiknya berkembang dengan baik.
"Jadi saya buka SPPG itu tidak sekadar mencari keuntungan. Saya berpartisipasi dalam SPPG dengan seamanah mungkin, dan memberikan yang terbaik untuk generasi muda ke depan. Saya menekankan manajemen SPPG harus baik, tidak boleh untuk main-main," jelas Budiono yang akrab disapa Mas Bro.
Dia menjelaskan untuk SPPG di Sepat, Masaran, Sragen ini baru uji coba dengan sasaran 2.050 porsi untuk 10 sekolah, mulai pendidikan anak usia dini (PAUD), TK, SD, dan SMP. Nanti setelah uji coba 10 hari, jelas dia, ada tambahan sasaran menjadi 3.500 porsi per hari sehingga sasaran sekolahnya pun bertambah.
"Untuk dua SPPG lainnya juga bisa melayani dengan 3.500 porsi per hari. Untuk SPPG Dawungan Masaran mungkin dua pekan lagi operasional. Saya membuka tiga SPPG itu ada cerita historisnya. SPPG Sepat dibangun karena saya tinggal di Sepat. Pelayanannya sampai Jirapan, karena orang tua saya pernah mengajar di salah satu SD di Jirapan," ujar dia.
Sedangkam untuk SPPG Dawungan, jelas dia, merupakan tempat usaha Putra Dadi Sejahtera (PDS) Group. Lalu untuk di Jono, Tanon, kata dia, pernah menjadi lokasi kerja orang tua Budiono.
Sentimen: neutral (0%)