Sentimen
Informasi Tambahan
Event: Perang Dunia II
Kab/Kota: Solo
Partai Terkait
Dunia Hari Ini, 11 Agustus
Espos.id
Jenis Media: Dunia

Espos.id, SOLO - Sebuah aksi kudeta di wilayah tetangga menjadi salah satu pemicu campur tangannya Indonesia ke dalam politik wilayah itu.
1934
Pada tanggal ini, salah satu penjara yang diklaim paling aman di dunia resmi dibuka. Alcatraz dulunya merupakan benteng yang dibangun pada tahun 1850 dan digunakan sebagai markas Angkatan Darat AS. Pada tahun 1933, Departemen Kehakiman AS mengakuisisi Alcatraz. Tempat ini kemudian dijadikan penjara setelah bangunannya direnovasi dan keamanannya ditingkatkan. Karena berada di pulau di Teluk San Fransisco, pengelola penjara yakin bahwa penjara ini adalah penjara paling aman di Amerika.
Selama beroperasi, pihak Alcatraz menyatakan tidak ada yang berhasil melarikan diri dari penjara ini. Total terdapat 36 tahanan yang diduga melarikan diri. Namun, mereka tertangkap kembali, ditembak saat melarikan diri, maupun tenggelam dalam misi pelarian. Pada 21 Maret 1963, Alcatraz ditutup setelah 29 tahun beroperasi. Hal ini dikarenakan biaya operasional yang sangat mahal.
Saat ini, Alcatraz dibuka menjadi museum umum yang dioperasikan oleh National Park Service’s Golden Gate National Recreation Area atau Kawasan Rekreasi Nasional Golden Gate. Bangunan ini juga menjadi salah satu objek wisata utama di San Fransisco yang memiliki sekitar 1,5 juta pengunjung di setiap tahunnya. Alcatraz juga menjadi inspirasi dari film Hollywood berjudul Escape from Alcatraz pada 1979 yang menceritakan pelarian Frank Morris dari penjara dengan keamanan terketat ini.
1960
Chad merupakan negara yang menjadi bagian dari kolonial Prancis dari tahun 1900 sampai 1960. Ekspansi kolonial Prancis menyebabkan terbentuknya Territoire Militaire des Pays et Protectorats du Tchad atau Wilayah Militer Negara-Negara dan Protektorat Chad. Prancis memandang koloni ini sebagai sumber tenaga kerja yang tidak terlatih dengan sumber daya kapas yang kurang bernilai.
Pada tahun 1929, produksi kapas skala besar mulai diperkenalkan dan menyebabkan pemerintahan Prancis pada kapas menyebabkan terbentuknya golongan kelas bawah yang terdiri dari pekerja pedesaan dengan upah rendah, penurunan produksi pangan, bahkan kelaparan juga melanda beberapa wilayah. Ketegangan antara petani dan elit memuncak setelah para petani mulai melakukan aksi protes terhadap hasil pemilihan umum. Alhasil, terjadi peristiwa pembantaian petani di Kota Bébalem, Chad, Prancis selatan pada tahun 1952 oleh kesatuan Tirailleur Senegal, yang dikenal dengan Pembantaian Bébalem.
Setelah Perang Dunia II, Prancis memberikan status wilayah seberang laut kepada Chad dan memberikan hak kepada penduduknya untuk memilih perwakilan di Majelis Nasional serta di majelis Chad sendiri. Partai politik terbesar saat itu adalah Partai Progresif Chad (PPT), yang berbasis di wilayah selatan koloni. Akhirnya, Chad memperoleh kemerdekaan pada 11 Agustus 1960 dengan pemimpin PPT, François Tombalbaye sebagai presiden pertamanya.
1975
Pada tanggal ini, Uni Demokrasi Timor (UDT) melancarkan aksi kudeta terhadap Partai Fretilin karena dianggap akan membawa Timor Portugis menjadi negara komunis. Sebelumnya, saat terjadi kudeta militer yang disebut dengan Revolusi Anyelir terjadi di Portugal pada tahun 1974, Presiden Portugal, Antonio de Spinola melakukan dekolonialisasi di daerah-daerah jajahannya. Hal ini yang menyebabkan Timor Timur mengalami kekuasaan dan memicu lahirnya partai-partai politik.
Pada saat itu, lahir Partai Asosiasi Sosial Demokrat Timor Timur (ASDT), yang kemudian berganti nama menjadi Fretilin. Namun, Partai Fretilin sangat mendukung kemerdekaan Timor Timur saat itu dan bersikap sangat radikal. Di sisi lain, terdapat UDT yang lebih moderat. Situasi semakin buruk ketika muncul rumor bahwa Fretilin akan mengubah Timor Timur menjadi negara komunis. Ketegangan antara Fretiin dan UDT mencapai puncaknya pada 11 Agustus 1975 ketika UDT berhasil menguasai Kota Dili dan Baucau. Pada tanggal 20 Agustus, Fretilin melakukan serangan balasan dan berhasil menguasai kembali dua kota tersebut setelah tiga minggu terlibat perang saudara dengan UDT.
Setelah merebut kembali dua kota besar tersebut, Fretilin melanjutkan kampanye militernya dan menguasai sebagian besar wilayah Timor Timur pada awal September. Pada 28 November 1975, Fretilin akhirnya mendeklarasikan kemerdekaan Timor Timur secara sepihak. Konflik tersebut setidaknya menewaskan sebanyak 3.000 orang yang sebagian besar terdiri dari kelompok integrasi dengan Indonesia. Berangkat dari peristiwa ini, pemerintah Indonesia melaksanakan Operasi Seroja pada 7 Desember 1975 sebagai respons atas tindakan Partai Fretilin.
Sentimen: neutral (0%)