Sentimen
Informasi Tambahan
Kab/Kota: Gunung, Solo
Gandeng PPNI, Akper Patria Husada Solo Latih Mahasiswa Cara Lawan Infeksi
Espos.id
Jenis Media: News

Esposin, SOLO — Akademi Keperawatan (Akper) Patria Husada Solo menggelar workshop atau pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) untuk mahasiswa di kampus setempat, Jl Gunung Slamet, Mojosongo, Jebres, Kota Solo, pada Selasa (29/7/2025).
Ketua Yayasan Patria Medica, Muljadi Hartono, mengatakan pelatihan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ini bertujuan untuk mempersiapkan calon perawat menghadapi tantangan di dunia kerja.
Menurutnya, pembekalan ini sangat penting bagi mahasiswa karena ketika bekerja di rumah sakit atau klinik akan selalu berhubungan dengan infeksi.
"Kegiatan pelatihan ini dimaksudkan agar adik-adik mahasiswa memahami potensi bahaya infeksi dan upaya pencegahannya, suatu hal yang sangat penting kaitannya dengan keselamatan pasien," ujarnya kepada Espos, Selasa.
Muljadi menjelaskan dunia kerja di bidang kesehatan sangat rentan terhadap penularan infeksi karena interaksi yang dekat dengan pasien dan lingkungan yang berisiko. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang PPI menjadi kunci.
"Kami berusaha agar saat bekerja, mereka betul-betul aman. Tidak hanya cukup aman bagi si perawatnya, tapi PPI itu kan mengajarkan juga agar tidak sampai menjadi sumber masalah bagi pasien yang lain. Intinya, kami berharap dengan penguasaan PPI ini, ketika bekerja, perawat tidak menjadi sumber infeksi," tegasnya.
Terlebih seseorang bisa terkena infeksi setelah berada di rumah sakit atau tempat layanan kesehatan lain, yang disebut infeksi nosokomial. Hal ini bisa menjadi ancaman serius.
Infeksi ini didapat pasien selama proses perawatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, di mana pasien tersebut tidak mengalami infeksi atau tidak dalam masa inkubasi saat masuk.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, dan jamur, yang menyebar melalui kontak langsung, udara, atau peralatan medis yang terkontaminasi.
Bahaya utama dari infeksi nosokomial adalah dapat memperpanjang masa rawat inap pasien, meningkatkan biaya perawatan, bahkan menyebabkan kecacatan hingga kematian. Lebih lanjut, infeksi ini seringkali disebabkan oleh patogen yang resisten terhadap antibiotik, sehingga lebih sulit untuk diobati.
Upaya pencegahan menjadi garda terdepan dalam memerangi infeksi nosokomial. Seperti yang ditekankan dalam lokakarya Akper Patria Husada, pilar utama pencegahan meliputi praktik kebersihan tangan (cuci tangan) yang benar sesuai standar, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat dan sesuai indikasi, serta sterilisasi dan penggunaan peralatan medis yang benar.
Dengan menerapkan praktik-praktik ini secara disiplin, perawat tidak hanya melindungi diri mereka sendiri tetapi juga secara signifikan mengurangi risiko penularan infeksi dari satu pasien ke pasien lainnya, serta dari tenaga kesehatan ke pasien.
Pelatihan ini memberikan pemahaman teknis kepada mahasiswa mengenai definisi PPI, cara mencegah penularan infeksi, prosedur cuci tangan yang benar, hingga pemakaian APD dan penggunaan peralatan yang tepat guna memastikan lingkungan perawatan yang aman bagi semua pihak.
Sentimen: neutral (0%)