Sentimen
Informasi Tambahan
BUMN: Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina
Kab/Kota: London, Surabaya
Kisah Jurnalis Kaltim Menaklukkan Riam untuk BBM Satu Harga
Espos.id
Jenis Media: Jatim

Esposin, SURABAYA — "Tempat liputan boleh sama dan data boleh sama tetapi angle pasti beda.” Itu kalimat pembuka seorang jurnalis TVRI Kalimantan Timur, Mardans Whaisman, saat berkisah tentang perjalanan reportasenya untuk menghasilkan karya video berita di wilayah Kalimantan Timur pada 2024 lalu.
Dari hasil karyanya itu, Mardans terpilih menjadi juara best of the best dalam ajang Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2024 dan baru dua bulan lalu pulang dari London, Inggris.
Cerita itu disampaikan Mardans kepada 40 orang jurnalis yang diundang Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) dalam Bootcamp AJP 2025 JBT yang diadakan di Surabaya, 28-31 Juli 2025.
Mardans mengisahkan proses peliputan itu dengan menayangkan hasil video yang sudah tayang ke TVRI Kalimantan Timur. Hasil videonya memang menarik dan bercerita tanpa ada narasinya.
Mardans memutuskan reportase tentang proses pengiriman bahan bakar minyak (BBM) Pertamina untuk pengisian pertashop di sebuah desa di pedalaman. Saat itu, istrinya sedang hamil tua. Ia nekat melakukan reportase itu dengan modal sebuah iphone dan drone kecil.
Reportase itu dilakukan untuk mengikuti AJP 2024 yang waktunya tinggal tujuh hari. Waktu yang mepet itu dipergunakan Mardans untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Untuk menuju ke lokasi desa pedalaman itu, Mardans melakukan perjalanan darat dan akhirnya melalui perjalanan sungai dengan menggunakan perahu panjang.
“Sampai di lokasi sinyal HP terakhir, saya telepon istri. Saya minta doa istri semoga selamat sampai tujuan dan kembali selamat. Saat itu, saya berikan nomor Basarnas dan nomor BPBD. Kalau saya tidak kembali, istri bisa menghubungi dua nomor itu. Sebelumnya sudah ada peristiwa kapal karam di sungai dengan dua orang korban jiwa,” jelas Mardans.
Sebelumnya, Mardans sudah menghubungi PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan untuk meminta izin ikut dalam perjalanan pengiriman BBM ke pedalaman. Selama perjalanan, Mardans menyiapkan cerita yang ingin dibangun dalam berita videonya. Ia memaksimalkan pengambilan gambar sebanyak-banyaknya dengan ponsel dan drone.
Perjalanan reportase itu dilakukan Mardans selama empat hari. Dalam perjalanan itu perahu yang dinaiki Mardans sempat terguling, namun beruntung semua penumpangnya selamat.
Saat pengambilan gambar di drone dilakukan dengan cara menceburkan diri ke dalam air sungai. Saat itulah, Mardans mengetahui ada kayu yang hanyut dari atas. Ia pun memberitahukan awak kapal untuk menghindar.
Kapal karam itu salah satu penyebabnya karena bertabrakan dengan kayu besar yang hanyut dari hulu dengan arus sungainya deras.
“Sesampainya di lokasi, saya minta awak kapal untuk memberi waktu 30 menit. Dalam waktu itu, saya mewawancarai 20 orang yang ada di lokasi itu. Saya juga ambil gambar sebanyak mungkin karena saya tidak mungkin akan kembali ke lokasi itu lagi. Saya sudah merencanakan ini bukan berita biasa tetapi ini berita untuk lomba dan saingannya se-Kalimantan Timur,” kata dia.
Saat itu, Mardans hanya mengetahui AJP itu khusus di wilayah Kalimantan Timur. Ia baru tahu kalau AJP itu dilakukan secara nasional setelah mendapat kesempatan menang menjadi juara I nasional.
Mardans mengatakan, perahu pengirim BBM itu merupakan long boat atau perahu panjang yang sewanya Rp37 juta untuk sekali jalan. Dia mengatakan setiap pengiriman ada dua unit long boat yang berjalan bareng dengan membawa drum-drum berisi BBM.
Akhirnya, Mardans bisa kembali ke rumah dengan selamat dan mendapati istrinya sudah melahirkan seorang anak. Awalnya dia menargetkan empat hari selesai ternyata memakan waktu lima hari. Tinggal dua hari, Mardans menyiapkan naskah dan mengedit video. Dari semua proses itu, Mardans memutuskan mengambil judul Taklukan Riam Untuk Indonesia Satu Harga.
Video itu dikirim ke panitia AJP pada pukul 00.30 WITA di hari terakhir karena batas waktunya pukul 23.59 WIB. “Berita itu tayang di TVRI Kalimantan Timur H-1 sebelum penutupan AJP. Saya lobi ke pimpinan TVRI dan akhirnya berhasil. Saya kirim email itu sampai empat kali ke panitia AJP. Akhirnya, saya dapat balasan Selamat Email Anda Diterima,” jelas dia.
Dalam proses penjurian, Mardans terpilih menjadi juara I teritori Kalimantan. Dalam penjurian nasional, karya Mardans juga terpilih sebagai juara I nasional dan akhirnya diputuskan sebagai juara best of the best pada AJP 2024.
Sentimen: neutral (0%)