Sentimen
Informasi Tambahan
Kab/Kota: Boyolali, Kendal
Pernyataan Resmi Ponpes Darusy Syahadah Boyolali Kecam Pembakaran Santri
Espos.id
Jenis Media: Solopos
![Pernyataan Resmi Ponpes Darusy Syahadah Boyolali Kecam Pembakaran Santri](https://imgcdn.espos.id/@espos/images/2024/12/20241217203318-darusy-syahadah.jpg?quality=60)
Esposin, BOYOLALI -- Pimpinan Pondok Pesantren Darusy Syahadah yang berlokasi di Simo, Boyolali, Jawa Tengah mengecam keras tindakan kekerasan terhadap salah satu santri, SS, 15, Senin (16/12/2024) malam.
Pelaku yang belakangan diketahui bernama Galang Setiya Dharma, 21, menyiram SS dengan bensin lalu menyulutnya dengan api.
Akibat tindakan keji tersebut, SS yang merupakan siswa kelas 1 Kulliyatul Mualimin Tahfizul Qur'an asal Sumbawa, NTB terluka bakar 38%.
Ia mengalami luka bakar mulai leher, tangan hingga ke kaki dan menjalani perawatan intensif di RSUD Simo, Boyolali.
Akibat kejadian tersebut, Galang berstatus tersangka dengan jeratan pasal berlapis. Ia terancam hukuman hingga 15 tahun penjara akibat perbuatan konyolnya tersebut.
Berikut pernyataan resmi Ponpes Darusy Syahadah Boyolali, seperti dikutip Espos secara utuh dari laman https://www.darusyahadah.com, Selasa (17/12/2024):
Menanggapi berita yang sedang marak dan beredar di berbagai media tentang adanya tindakan kekerasan di Pondok Pesantren Darusy Syahadah, kami merilis pernyataan resmi sebagai berikut :
Kejadian Tindak Kekerasan di Pondok Pesantren Darusy Syahadah
Dengan ini, Pondok Pesantren Darusy Syahadah menyampaikan kronologi sebenarnya terkait insiden yang terjadi pada hari Senin, 16 Desember 2024 dini hari di lingkungan pesantren. Kami sangat prihatin dan mengecam tindakan kekerasan yang menimpa salah satu santri kami, SS, kelas 1 KMT (Kulliyatul Mu’allimin Tahfizhul Qur’an), asal Sumbawa.
Kronologi Kejadian
Pada pukul 21.00 WIB, seorang tamu datang berkunjung ke Pondok Pesantren Darusy Syahadah. Tamu tersebut mengaku sebagai kakak dari seorang santri berinisial E, kelas 1 IKM (I’dad Kulliyatul Mu’allimin) asal Kendal. Dalam kunjungannya, tamu tersebut menuduh SS telah menghilangkan atau mencuri telepon genggam milik adiknya. Meski santri SS sudah menjelaskan bahwa ia hanya meminjam telepon tersebut dan telah mengembalikannya, pelaku bersikeras ingin mengintrogasi SS secara langsung.
Saat proses introgasi, pelaku mengancam korban dengan tindakan kekerasan. Pelaku kemudian menyiramkan bensi ke bagian tubuh korban sambil memaksa pengakuan. Karena korban tetap menolak tuduhan yang ditujukan kepadanya, pelaku nekat membakar korban sehingga mengakibatkan luka bakar serius pada bagian paha ke bawah.
Tindakan Pihak Pesantren
Mendengar teriakan korban, para ustadz yang saat itu masih terjaga segera menuju lokasi kejadian. Setelah menggedor pintu dan berhasil memasuki ruang tamu yang dikunci oleh pelaku, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumahsakit untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Pihak pesantren (Humas) dan tim telah melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib dan pelaku sudah diamankan untuk proses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku.
Komunikasikan dengan Keluarga Korban dan Pelaku
Pihak pesantren telah menghubungi keluarga korban di Sumbawa dan menyampaikan kondisi serta penanganan yang sedang dilakukan. Kami juga telah memanggil keluarga pelaku untuk dimintai klarifikasi serta memberikan penjelasan terkait kejadian ini.
Sikap dan Harapan
Pondok Pesantren Darusy Syahadah menegaskan bahwa kami sangat mengecam segala bentuk tindak kekerasan di lingkungan pesantren. Semoga peristiwa ini tidak terulang kembali. Semoga santri kami yang mendapat musibah segera pulih dan mendapatkan penanganan terbaik.
Demikian siaran pers ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Tertanda Pimpinan Pesantren: Ustaz Qosdi Ridwanullah.
Sentimen: neutral (0%)