Sentimen
Negatif (100%)
25 Mar 2024 : 02.02
Informasi Tambahan

Kab/Kota: Moskow

Kasus: Teroris, teror, penembakan

Jika Terbukti Ikut Andil Dalam Serangan Teroris, Kami Akan Bunuh Pemimpin Ukraina

25 Mar 2024 : 09.02 Views 3

Vivanews.com Vivanews.com Jenis Media: Nasional

Jika Terbukti Ikut Andil Dalam Serangan Teroris, Kami Akan Bunuh Pemimpin Ukraina

Senin, 25 Maret 2024 - 02:02 WIB

Moskow – Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, mengancam negara Ukraina setelah penembakan dan aksi terorisme yang terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024 lalu di gedung konser Crocus City Concert Hall, yang terletak 15 kilometer timur laut pusat dari kota Moskow.

Baca Juga :

Rusia Tangkap 11 Orang Buntut Insiden Ledakan di Gedung Konser yang Tewaskan 115 Jiwa

"Jika dipastikan bahwa mereka (pelaku) adalah teroris yang terkait dengan rezim Kiev Ukraina, tidak ada cara lain selain memperlakukan mereka seperti itu, serta pendukung ideologi mereka. Masing-masing dari mereka harus diidentifikasi dan tanpa ampun dinetralisir sebagai teroris, termasuk pejabat negara yang terlibat dalam tindak pidana tersebut,” ujar Medvedev di Telegram, melansir Agenzia Nova, Senin, 25 Maret 2024. 

X

VIVA Militer: Dmitry Medvedev dan Vladimir Putin

Baca Juga :

RI-Ukraina Jajaki Peluang Kerja Sama Sektor Budaya, Seniman Bakal Kecipratan Manfaatnya

"Teroris hanya memahami kontraterorisme,” tambahnya. 

Menurut laporan terbaru, kejadian ini menewaskan sedikitnya 115 orang dan melukai 187 dalam penembakan yang dilaporkan terjadi di gedung konser. Berdasarkan rekonstruksi awal, beberapa pria bersenjata, setidaknya empat orang, melepaskan tembakan di dalam restoran dan akhirnya menuju aula dan ruang konser serta membakar gedung. 

Baca Juga :

Korban Tewas Akibat Serangan Teroris di Gedung Konser Moskow Bertambah Jadi 115 Orang

Tak lama, kelompok teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dalam sebuah pernyataan singkat yang diterbitkan oleh kantor berita yang berafiliasi dengan ISIS, Amaq, pada Telegram mereka di hari Jumat, tak sampai 24 jam usai penyerangan. 

Namun, pihak Rusia masih yakin bahwa serangan ini ada campur tangan pihak Barat dan sekutunya, termasuk menuduh Ukraina.  

Peristiwa serangan teroris di Gedung Teater dekat Moskow, Rusia Photo : Sergei Vedyashkin - Associated Press

Ini adalah serangan teror paling mematikan yang terjadi di Moskow dan Rusia dalam beberapa dekade terakhir. Serangan pada hari Jumat ini terjadi kurang dari seminggu setelah Presiden Vladimir Putin kembali memenangkan pemilu untuk mengamankan masa jabatannya lagi untuk kelima kalinya, memperkuat cengkeramannya pada negara yang ia pimpin . 

Kecam Aksi Teror di Moskow, Din Syamsuddin: Pelaku Tak Terkait Agama Manapun

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengecam keras aksi teror yang menewaskan lebih 100 orang dalam sebuah konser di Moskow, Federasi Russia pada 22 Maret.

VIVA.co.id

24 Maret 2024

Sentimen: negatif (100%)