Sentimen
Positif (99%)
11 Nov 2023 : 13.50
Informasi Tambahan

Brand/Merek: Chanel

Kab/Kota: Solo

Partai Terkait

Wong Salah Ora Gelem Ngaku Salah...

11 Nov 2023 : 20.50 Views 2

Fin.co.id Fin.co.id Jenis Media: Nasional

Wong Salah Ora Gelem Ngaku Salah...

Editor: Rizal Husen |  

Kamis 09-11-2023,19:05 WIB

Kader PDIP Solo Sindir Keluarga Jokowi Lewat Suket Teki-fin - Bobby Nasution-X Twitter

FIN.CO.ID - Kader PDIP Solo, Jawa Tengah menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya yang memutuskan berseberangan dengan partai PDIP. Bukan lewat demo. Tapi melalui lagu berjudul Suket Teki.

Lirik lagu Suket Teki karya almarhum Didi Kempot ini menyiratkan kekecewaan seseorang karena janji yang diingkari.

Adalah Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo bersama kader PDIP Solo yang menyanyikan lagu Suket Teki yang menggunakan bahasa Jawa tersebut.

Dengan penuh semangat FX Rudy dan kader PDIP Solo lainnya menyanyikan lagu Suket Teki itu.

Melalui lagu Suket Teki ini, kader PDIP Solo seolah-olah ingin menyampaikan pesan kepada Jokowi dan keluarganya.


Kader PDIP Solo Nyanyi Lagu Suket Teki Sindir Keluarga Jokowi-fin - SC - kang mas sugiarto -Youtube

BACA JUGA:

Karena, hingga saat ini Jokowi dan keluarganya belum pernah menyampaikan secara detail alasan berseberangan dengan PDIP. 

Jokowi hanya sekali menegaskan dirinya mendukung semua pasangan capres-cawapres pada kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Lirik Lengkap Lagu Suket Teki dan Terjemahan Bahasa Indonesia

Aku tak sing ngalah

(Aku saja yang mengalah)

Trima mudur timbang lara ati

(Pilih mundur ketimbang sakit hati)

Tak uyaka wong kowe wis lali

(Ku kejar pun engkau sudah lupa)

Ora bakal bali

(Tak akan kembali)

Paribasan awak urip kari balung

(Ibaratnya badan hidup tinggal tulang)

Lila tak lakoni

(Rela ku jalani)

Jebule janjimu jebule sumpahmu

(Ternyata janjimu ternyata sumpahmu)

Ra bisa digugu

(Tak bisa dipercaya)

BACA JUGA:

Reff:

Wong salah ora gelem ngaku salah

(Orang salah namun tak mau mengakui kesalahan)

Suwe-suwe sapa wonge sing betah

(Lama-lama siapa yang betah)

Mripatku uwis ngerti sak nyatane

(Mataku sudah tahu kenyataannya)

Kowe selak golek menangmu dewe

(Kamu mengelak dan ingin menang sendiri)

Tak tandur pari jebul tukule malah suket teki

(Ku tanam padi, ternyata tumbuhnya malah rumput liar)

Jokowi Sutradara dan Produser Drama Politik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut politik tanah air saat ini diwarnai drakor (drama korea) atau sinetron. Eks Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto menegaskan dalam drama tersebut Presiden sebagai sutradara sekaligus produsernya. 

Menurut Andi Widjajanto saat ini telah terjadi mendung demokrasi di Indonesia. Ini terjadi karena adanya barikade yang dipasang untuk menghambat demokrasi. 

"Biasanya kan barikade itu darang dari negara luar. Misalnya tidak suka Indonesia maju. Nah ini gak. Barikadenya datang dari kita sendiri dari dalam ntuk menghambat demokrasi itu," kata Andi Widjajanto seperti dikutip fin.co.id dari Chanel Youtube Abraham Samad Speak UP berjudul Bocoran Rahasia Ancaman Bahaya Di Pilpres, Jika Politik Dinasti Gibran Jokowi Diteruskan pada Rabu, 8 November 2023. 

Barikade yang dimaksud Andi Widjajanto adalah dinasti abuse of power yang dilakukan oleh keluarga presiden. "Baik presidennya, paman, anak, adik. Kita merasa ada itu," imbuhnya. 

BACA JUGA:


Media Jerman Handelsblatt yang mengkritik Jokowi Gibran Abschied von der Demokratie - Selamat Tinggal Demokrasi-fin - Handelsblatt -

Agar hal itu normal dan tidak terjadi peristiwa seperti tahun 1997 atau 1998, barikadenya harus diangkat. Yang bisa mengangkat barikade tersebut adalah presiden Jokowi. 

"Sederhana kok. Kembali ke koridor demokrasi. Stop abuse of power dengan menggunakan hukum," lanjutnya. 

Andi Widjajanto menegaskan sesuatu yang legal harus legitimate. Sesuatu yang legal harus benar secara etika. Dia juga meminta stop memobilisasi aparat. 

Negara harus memberikan kesempatan yang sama kepada semua partai, semua pasangan, semua caleg untuk berkompetisi pada Pemilu 2024 mendatang secara fair. 

BACA JUGA:

Andi Widjajanto juga menyentil Jokowi yang menyebut situasi politik di tanah air banyak drama politik. Presiden menggunakan kalimat drakor atau sinetron. 

"Pada acara di Golkar, Pak Jokowi mengatakan jangan lagi ada drama-drama politik. Ini bisa reda kalau sutradara dan produsernya main normal. Mbah politik di Indonesia, siapapun orangnya itu pasti presiden. Kalau dia bergerak ke kanan politiknya akan terasa. Kalau Pak Jokowi bilang drama, ya sudah bapak itu sutradara. Bapak itu produser. Ya hentikan drama-drama yang tidak bapak inginkan supaya tidak mengganggu demokrasi," tegas Andi Widjajanto. 

Sebagai presiden, kata Andi Widjajanto, Jokowi memiliki data yang sangat lengkap. Jokowi tahu persis semua skenario dan risiko yang kemungkinan akan terjadi. 

"Saya sebagai mantan gubernur Lemhanas, menkopolhukam, Mensesneg pernah memberikan kajian-kajian. Termasuk risiko-risiko yang kemungkinan bisa terjadi. Semua sudah disampaikan. Beliau tahu persis. Datanya lengkap. Nah sekarang harapannya Pak Jokowi kembali ke komitmen yang dulu menjadikan dia presiden tahun 2014," jelas Andi Widjajanto.

BACA JUGA:

Jokowi: Jelang Tahun Politik Banyak Sekali Drama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai menjelang tahun politik banyak sekali drama yang muncul di Tanah Air. 

Dia pun meminta dalam demokrasi yang harus dibangun saat memasuki tahun politik adalah menampilkan pertarungan gagasan, bukan perasaan.

"Karena saya melihat akhir-akhir ini yang kita lihat adalah terlalu banyak dramanya, terlalu banyak drakornya, terlalu banyak sinetronnya. Sinetron yang kita lihat. Mestinya 'kan pertarungan gagasan, mestinya kan pertarungan-pertarungan ide, bukan pertarungan perasaan," katanya saat memberikan sambutan pada Puncak Perayaan HUT ke-59 Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin, 6 November 2023 malam.

Jokowi menyinggung kompetisi dalam politik itu adalah hal biasa, begitu juga keinginan setiap calon presiden untuk menang.

BACA JUGA:

Namun di samping kompetisi, ia menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas, yang tidak memecah belah adalah yang harus ditunjukkan kepada masyarakat, bukan demokrasi yang saling menjelekkan dan memfitnah.

Jokowi juga mengajak agar dapat membangun demokrasi yang menghasilkan solusi terhadap masalah-masalah bangsa, yang menghasilkan strategi untuk kemajuan bangsa.

"Kalau yang terjadi pertarungan perasaan, repot semua kita. Tidak usah saya teruskan karena nanti ke mana-mana," kata Jokowi.

Presiden juga mengingatkan bahwa calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) yang memenangkan kontestasi Pemilu 2024 tidak boleh sombong atau jumawa.

Begitu juga dengan capres-cawapres yang kalah Pemilu tidak boleh murka. "Ini adalah pertandingan antaranggota keluarga sendiri, antarsesama anak bangsa yang sama-sama ingin membangun negara kita Indonesia," kata Presiden.


Presiden Jokowi di HUT Partai Golkar ke-59 -fin - airlangga hartarto-X Twitter

BACA JUGA:

 

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News

Sumber:

Sentimen: positif (99.2%)