Sentimen
Negatif (100%)
5 Jun 2023 : 15.25
Informasi Tambahan

Kasus: kecelakaan

Terkuak Penyebab Kecelakaan Kereta di India: Gangguan Sinyal

5 Jun 2023 : 15.25 Views 2

Solopos.com Solopos.com Jenis Media: News

Terkuak Penyebab Kecelakaan Kereta di India: Gangguan Sinyal

SOLOPOS.COM - Tabrakan kereta api di Odisha, India pada Jumat (2/6/2023), mengakibatkan 288 orang meninggal dunia dan 900 lainnya luka-luka. (Istimewa/Twitter)

Solopos.com, ODISHA — Menteri Perkeretaapian Federal India Ashwini Vaishnaw, Minggu (4/6/2023), mengatakan penyebab kecelakaan fatal kereta api di negara bagian Odisha, India timur, adalah karena perubahan pada mesin penggerak wesel dan sistem interlocking elektronik.

Kecelakaan kereta tersebut menyebabkan 288 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang lainnya terluka.

PromosiCucok Bun! Belanja Makeup di Tokopedia Sekarang Bisa Dicoba Meski Lewat Online

Sistem interlocking elektronik merupakan sebuah sistem pengamanan yang dirancang untuk mencegah pergerakan saling berlawanan antar-kereta pada jalur sama.

Kecelakaan itu terjadi pada Jumat malam (2/6/2023) waktu setempat di dekat Stasiun Bahanaga Bazar, Distrik Balasore, sekitar 171 km sebelah timur laut Bhubaneswar, Ibu Kota Odisha.

Menurut sejumlah pejabat, kereta Coromandel Express, yang beroperasi dari Kolkata ke Chennai, menabrak bogie (kerangka bagian bawah atau struktur roda kereta) yang tergelincir dari beberapa gerbong Yashwantpur-Howrah Express. 

Akibatnya, gerbong itu keluar jalur dan terguling ke jalur kereta yang berdekatan.

Meskipun begitu, masih ada kebingungan tentang urutan pasti peristiwa yang menyebabkan bencana kereta api terburuk di India.

Seorang pejabat senior perkeretaaapian Jaya Verma Sinha mengatakan bahwa penyelidikan awal mengungkap bahwa sebuah sinyal diberikan kepada Coromandel Express berkecepatan tinggi untuk berjalan di jalur utama, tetapi kemudian berubah.

Kereta tersebut berubah arah dan memasuki jalur melingkar yang berdekatan di mana kereta itu menabrak kereta barang yang sarat dengan bijih besi.

Sinha menyatakan bahwa kereta penumpang yang membawa 2.296 orang itu tidak melaju kencang. Kereta yang membawa barang itu sering diparkir di jalur lingkar yang berdekatan, sehingga jalur utama aman untuk dilewati kereta penumpang.

 

Sumber: Antara, Bisnis.com

Sentimen: negatif (100%)