Sentimen
Informasi Tambahan
Kab/Kota: Bogor
Kasus: pengangguran
Tokoh Terkait
Ada 8,4 Juta Pengangguran di Indonesia, 2,8 Juta Orang Merasa Tak Mungkin Mendapatkan Kerja
Fin.co.id Jenis Media: Nasional
Reporter: Khanif Lutfi|
Editor: Khanif Lutfi|
Selasa 17-01-2023,18:59 WIBIlustrasi - Buruh atau Pekerja saat keluar dari pabrik -Khanif Lutfi-dok fin.co.id
JAKARTA, FIN.CO.ID - Salah satu tantangan dalam penurunan pengangguran di Indonesia adalah pengangguran yang mengalami hopeless of job atau pengangguran yang merasa tak mungkin mendapatkan pekerjaan.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebut, dari total 8,4 juta orang pengangguran, sebanyak 2,8 juta atau 33,45 persen mengalami hopeless of job.
Dari 2,8 juta orang pengangguran yang mengalami situasi hopeless of job tersebut, sekitar 76,90 persen berpendidikan rendah (lulusan SMP ke bawah).
BACA JUGA:KPK Datangi Kantor DPRD DKI Jakarta untuk Cari Bukti Keterlibatan
Jadi karena tingkat pendidikan rendah, mereka tak memiliki harapan untuk memiliki pekerjaan.
"Ini mengindikasikan tingkat pendidikan mereka tak mampu menyiapkan mereka memasuki pasar kerja, baik pendidikan yang rendah maupun kompetensi mereka," kata Ida Fauziyah.
Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkompimda bertema 'Kebijakan Ketenagakerjaan dalam Pengurangan Angka Pengangguran' di Sentul International Covention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu 17 Januari 2023.
Ida menegaskan tantangan kedua dalam penurunan pengangguran adalah tekanan untuk meningkatkan penciptaan lapangan kerja, khususnya di sektor formal.
BACA JUGA:Johnny G Plate Beberkan Pertemuan Surya Paloh dan Luhut Binsar Panjaitan di Eropa, Soal Reshuffle?
Tantangan ketiga adanya nilai budaya kerja baru.
"Generasi Y dan Z yang masuk dalam pasar kerja telah membawa nilai-nilai budaya kerja baru. Misalnya nilai work-life-balance, pekerjaan yang bermakna dan worktainment, " kata Ida Fauziyah.
--
Tantangan keempat lanjut Ida Fauziyah, yakni risiko mismatched (ketidaksesuaian antara supply and demand) akibat digitalisasi.
"Digitalisasi mendorong perubahan permintaan keterampilan kerja, pola hubungan kerja, serta waktu dan tempat bekerja yang semakin fleksibel, " ujarnya.
BACA JUGA:Surya Paloh Tegaskan Dukung Pemerintahan Jokowi hingga Selesai
Sumber:
Sentimen: negatif (79%)