Sentimen
Informasi Tambahan
Kab/Kota: Semarang
Polda Jateng Tangkap 10 Orang, Diduga Provokator Aksi Demo Bela Pengemudi Ojol
Espos.id
Jenis Media: Jateng

Esposin, SEMARANG–Kepolisian Daerah Jawa Tengah atau Polda Jateng, menangkap 10 orang dalam aksi solidaritas bela driver ojek online atau ojol di Kota Semarang, yang berlangsung ricuh pada Jumat (29/8/2025) malam. Aparat kepolisian menduga mereka yang yang ditangkap ini, merupakan para provokator.
Adapun aksi terbebut, awalnya terpusat di depan Mapolda Jateng pada Jumat sore. Kemudian saat petang, aksi menjalar hingga sepanjang Jalan Pahlawan, hingga akhirnya meluas sampai Simpang Lima pada malam hari.
“Ada 10 orang [ditangkap]. Ini sedang dilakukan pendataan dan pemeriksaan oleh Satreskrim Polrestabes Semarang,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto di kompleks Gubernur Jateng, Jumat malam.
Adapun 10 orang tersebut, lanjut Artanto, diduga berperan sebagai provokator. Sebab, ketika ditangkap, ada sejumlah barang-bukti turut diamankan.
“Anarkis. Kita juga lakukan penyitaan kamera, tongkat besi, dan batu,” ucapnya.
Terkait identitas 10 orang yang ditangkap apakah di bawah umur, Artanto belum menerima informasi lebih lanjut. “Masih didata Satreskrim Polrestabes Semarang,” jelasnya.
Pantauan Espos, salah satu area yang menjadi amukan massa berada di Kompleks Gubernur Jateng. Tepatnya sekitar pukul 20.00 WIB, massa aksi berhasil masuk ke dalam area parkir dan melakukan pengrusakan.
Mobil-mobil yang terparkir di belakang Kompleks Gubernur Jateng dirusak dan dibakar oleh massa aksi. Tak hanya itu, pos satpam dan kantin juga turut jadi sasaran pengrusakan dam pembakaran.
“Ada tiga mobil terbakar di area Gubernur Jateng. Termasuk warung dan pos satpam,” bebernya.
Situasi terkini, aparat kepolisian masih siaga mengamankan area sekitar Jalan Pahlawan dan Simpang Lima Semarang. Anggota TNI juga tampak sudah ikut turun ke lokasi untuk membantu pengamanan.
“Kita masih siaga. Masih lakukan pendorongann massa dengan water cannon dan gas air mata,” sambungnya.
Oleh karena masih siaga, Kabidhumas mengimbau masyarakat untuk menghindari area aksi massa. Hal ini bertujuan untuk mencegah kejadian tak diinginkan.
“Harap hindari lokasi aksi, kami akan terus memonitoring,” imbuhnya.
Sentimen: neutral (0%)