Sentimen
Undefined (0%)
28 Agu 2025 : 17.15
Informasi Tambahan

Kab/Kota: Banjarnegara, Pati, Solo, Sragen

Tokoh Terkait

14 Calon Siswa dari Sragen Diupayakan Masuk Sekolah Rakyat Terdekat

28 Agu 2025 : 17.15 Views 7

Espos.id Espos.id Jenis Media: Solopos

14 Calon Siswa dari Sragen Diupayakan Masuk Sekolah Rakyat Terdekat

Esposin, SRAGEN--Setelah Gedung Technopark Ganesha Sukowati Sragen gagal digunakan sebagai rintisan Sekolah Rakyat (SR), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mengupayakan 14 orang calon siswa baru bisa masuk ke SR terdekat sesuai jenjangnya, baik SD atau SMP. Sementara rencana pembangunan gedung SR di Mondokan, Sragen, masih terus dikomunikasikan ke Pemerintah Pusat.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas saat ditemui Espos, belum lama ini, mengungkapkan ketika Technopark tidak jadi dimanfaatkan untuk rintisan SR itu mengikuti program dari pusat. Sigit menyampaikan untuk SR Sragen masih terus diusahakan tetap dibangun di Mondokan, Sragen. 

Kemudian untuk 14 orang calon siswa dikomunikasikan dengan SR di daerah lain yang kekurangan siswa dan membuka kelas yang sama. Dia mengatakan tidak semua kabupaten membuka kelas untuk SR sehingga perlu ada identifikasi.
Plt. Dinas Sosial (Dinsos) Sragen, Yuniarti, saat ditemui, Kamis (28/8/2025), menyampaikan sesuai instruksi Bupati, 14 calon siswa itu akan dititipkan ke SR terdekat. Dia masih mencari SR yang membuka kelas SD dan SMP, yang memungkinkan untuk dititipi. Dia menjelaskan SR di Solo ternyata untuk jenjang SMA sedangkan yang dibutuhkan jenjang SD dan SMP. 

"Di Jawa Tengah, daerah yang buka jenjang SMP ada di Banjarnegara dan Pati. Kami juga menanyai anak yang bersangkutan mau atau tidak bila ditempatkan agak jauh [dari Sragen]. Saat kami datangi dan dibujuk agar sekolah itu, bayangan mereka sekolahnya tetap di Sragen. Mereka juga ingin tahu gedung sekolahnya seperti apa," kata dia.

Yuni menerangkan untuk jenjang SD ternyata di sejumlah daerah juga belum siap karena masih anak-anak dan usianya masih kecil sehingga orang tua tidak tega.

Terkait dengan rencana pembangunan SR di Mondokan, Sragen, Yuni menyatakan masih terus komunikasi dengan Pemerintah Pusat. Untuk kepastiannya masih menunggu pusat.

"Alternatif lain untuk 14 calon siswa itu bisa saja ke PKBM [pusat  kegiatan belajar masyarakat] dan beberapa pondok pesantren juga ada yang mau menerima, seperti di Sukodono dan Kedawung, tetapi dari Pak Bupati meminta supaya ke SR terdekat," jelas dia.

Sentimen: neutral (0%)