Sentimen
Undefined (0%)
28 Agu 2025 : 00.36
Informasi Tambahan

Event: Ramadhan

Grup Musik: iKON

Kab/Kota: Solo

Tokoh Terkait
joko widodo

joko widodo

Berusia 40 Tahun, Ini Sejarah dan Nama Asli Gedung Wanita Manahan Solo

28 Agu 2025 : 00.36 Views 11

Espos.id Espos.id Jenis Media: Solopos

Berusia 40 Tahun, Ini Sejarah dan Nama Asli Gedung Wanita Manahan Solo

Esposin, SOLO -- Gedung Wanita Manahan Solo tahun ini genap berusia 40 tahun. Selama 40 tahun ini, gedung tersebut menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan berbagai acara mulai dari acara pribadi seperti pernikahan hingga pertemuan organisasi, komunitas, dan lainnya. 

Sudah tak terhitung banyaknya warga hingga tokoh penting di Kota Solo yang menyelenggarakan acara pernikahan di gedung bernama asli Sasana Krida Kusuma Manahan tersebut. Salah satunya Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani.

Saat menghadiri acara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-40 Gedung Wanita Solo, Rabu (27/8/2025), Astrid mengenang pesta pernikahannya dengan suaminya, Poernomo Warasto, pada Desember 2007 lalu. 

Astrid semakin diingatkan dengan momen penting dalam hidupnya itu ketika melihat seorang laki-laki dan seorang perempuan yang bertugas sebagai pembawa acara perayaan HUT ke-40 Gedung Wanita Solo itu.  Pembawa acara itu mengenakan pakaian dengan warna serta model yang sama dengan pakaian yang dikenakan Astrid dan Poernomo waktu pesta pernikahan.

“Kok bisa sama ya, ini luar biasa,” jelas Astrid saat berpidato mewakili Pemkot Solo. Astrid menjelaskan acara pernikahannya berlangsung ketika hujan deras dan kondisi Solo sedang mengalami banjir pada Desember 2007. Namun hujan reda pada malam hari waktu resepsi sehingga Astrid bersyukur.

“Pada waktu itu [resepsi pernikahan Astrid] dihadiri Wali Kota Solo yang juga Presiden ke-7 RI, Bapak Joko Widodo, jadi sangat bersejarah,” papar dia.

Astrid menjelaskan alasan memilih mengadakan pesta pernikahan di Gedung Wanita Solo karena gedung itu sakral dan mengangkat budaya Jawa. Dua alasan itu menguatkan keluarganya memilih gedung tersebut.

“Gedung ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertemuan tetapi juga telah menjadi wadah pembinaan, pemberdayaan, dan juga pengembangan potensi khususnya kaum perempuan, dan menjadi kegiatan sosial budaya pendidikan yang menggerakkan masyarakat,” papar dia.

Dia mengatakan keberadaan Gedung Wanita Manahan menjadi inspirasi warga Solo bahwa peran perempuan sangat strategis dalam mendukung pembangunan. Banyak gagasan banyak gagasan lahir, serta jejaring sosial, dan budaya yang kuat. 

“Peringatan 40 tahun ini mengingatkan kita untuk terus merawat kebersamaan, memperkuat solidaritas dan kemesraan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan,” jelas dia.

General Manager Sasana Krida Kusuma Gedung Wanita Solo, Nur Retno Ari Wulan, menjelaskan timnya menggelar rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-40 sejak awal 2025. Kegiatan itu mulai dari menyerahkan bantuan ke salah satu yayasan anak sebagai wujud kepedulian sosial, mendukung pelestarian budaya kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia, aksi nyata perempuan Solo dalam menjaga budaya sekaligus mengedepankan nilai-nilai luhur wanita.

Kemudian menyelenggarakan Pasar Ramadhan, membuka ruang bagi UMKM untuk berkembang dan berkontribusi pada ekonomi lokal. Lalu Gala Dinner yang dipadukan dengan Sendratari Perjalanan Gedung Wanita berupa pertunjukan seni yang merefleksikan perjalanan gedung sejak berdiri hingga perannya kini sebagai ikon Solo.

Ada pun alasan Sasana Krida Kusuma Manahan lebih dikenal sebagai Gedung Wanita karena didirikan oleh beberapa para tokoh wanita Indonesia, salah satunya Tien Soeharto. Mengutip unggahan di akun Instagram @gedungwanitasolo, Gedung Sasana Krida Kusuma memiliki sejarah yang menarik dan panjang. Diresmikan pada 1985, Gedung Wanita masih berdiri kokoh sebagai gedung serbaguna yang lekat dengan nuansa adat Jawa. 

Sentimen: neutral (0%)