Sentimen
Informasi Tambahan
Hewan: Ayam
Kab/Kota: Dukuh, Sragen
Partai Terkait
SPPG di Masaran Sragen Banjir Permintaan Menu Baru MBG
Espos.id
Jenis Media: Solopos

Esposin, SRAGEN—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terletak di wilayah Dukuh Wonorejo, Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Sragen, sudah banjir request atau permintaan menu baru dari kalangan pelajar penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Padahal SPPG milik politikus Partai Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi, itu baru buka pada Kamis (21/8/2025) lalu atau baru berjalan sepekan.
Owner SPPG Wonorejo, Sepat, Masaran, Sragen, Budiono Rahmadi, kepada Espos.id, Rabu (27/8/2025), mengungkapkan hampir setiap hari ada permintaan menu dari anak-anak penerima manfaat Program MBG. Dia menyampaikan semua request menu makanan itu ditampung dan dicari yang paling banyak peminatnya untuk direalisasi sesuai dengan pertimbangan ahli gizi. Dia menyampaikan pada Rabu ini saja sudah banyak request menu baru yang masuk. Anak-anak menuliskan reuest itu lewat secarik kertas dan disampaikan kepada petugas SPPG saat mereka datang ke sekolah.
“Ternyata menu permintaan anak-anak itu bervariasi, mulai dari mie ayam, ayam katsu atau chicken katsu, steak, nasi goreng, susu cokelat, burger, spageti, ayam goreng usus dan susu. Ada juga yang minta burger dan buahnya anggur dan manggis,” ujar Budiono yang juga legislator DPRD Sragen.
Budiono menerangkan SPPG yang dikelolanya baru buka pada Kamis pekan lalu untuk pelayanan MBG di 10 sekolah di wilayah Masaran, Sragen. Dia menyampaikan total layanan per hari baru 2.050 porsi untuk tujuh SD, dua PAUD, dan satu SMP. Dia menerangkan setelah berjalan selama 10 hari maka alokasi MBG bertambah menjadi 3.500 porsi per hari dengan cakupan sekolah yang bertambah pula serta merambah sasaran ibu hamil dan ibu menyusui.
“Kami menerjunkan 50 orang pegawai yang terdiri atas seorang SPPI, seorang administrasi, seorang ahli gizi, dan 47 orang petugas memasak, pengiriman, pemorsian, pencucian, dan seterusnya. Kami mengupayakan untuk menjalan SOP [standar operasional prosedur] dari BGN [Badan Gizi Nasional] secara ketat,” ujar Budiono.
Dia mengungkapkan SOP itu terletak pada penjagaan kebersihan dan memasak dengan semua peralatan yang higienis dan peralatan juga harus steril. Dia berpendapat indikasi keracunan massal di Gemolong, Sragen, beberapa waktu lalu itu belum tentu bersumber pada makanannya tetapi peralatan yang digunakan pun berpengaruh, seperti kebersihan ompreng. Ke depan, Budiono ingin memesan mesin oven untuk menyeterilkan seluruh perlatanan MBG.
“Kami memang setiap hari ganti menu supaya anak-anak penerima manfaat tidak bosan dan memiliki selera makan tinggi. Kami menerima request dari anak-anak tentang menu apa yang mereka sukai. Bahkan asisten lapangan itu sampai mendata anak-anak yang memiliki alergi makanan tertentu sehingga disediakan menu khusus bagi anak-anak yang alergi,” jelas dia.
Sentimen: neutral (0%)