Sentimen
Undefined (0%)
27 Agu 2025 : 17.05
Informasi Tambahan

Kab/Kota: Solo

Tokoh Terkait
Hendropriyono

Hendropriyono

RI Tawarkan Perdagangan Karbon dalam Konferensi Perubahan Iklim di Brazil

27 Agu 2025 : 17.05 Views 8

Espos.id Espos.id Jenis Media: Eco

RI Tawarkan Perdagangan Karbon dalam Konferensi Perubahan Iklim di Brazil

Esposin, SOLO -- Pemerintah akan menggali potensi perdagangan karbon di Konferensi Perubahan Iklim Ke-30 (COP30) yang diadakan di Brasil dengan beberapa negara yang sudah memperlihatkan ketertarikan untuk membeli karbon Indonesia.

"Kita juga akan fokus dengan penjualan, karena ada sesi khusus untuk seller meet buyers, di mana mungkin kita akan menjelaskan dan mendorong agar adanya penjualan karbon di situ," kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Diaz Hendropriyono, dalam rapat persiapan delegasi RI di Jakarta, Rabu (27/8/2025). 

Diaz mengatakan adanya pertemuan di Paviliun Indonesia untuk menjabarkan potensi perdagangan karbon di Tanah Air termasuk karbon hayati (nature based) termasuk dari sektor kehutanan dan kelautan serta yang berasal dari sektor lain termasuk energi.

Beberapa negara sudah memperlihatkan ketertarikan terkait dengan potensi perdagangan karbon di Indonesia termasuk Norwegia yang sudah menyatakan tertarik untuk membeli karbon sebesar 12 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e).

Namun, skema yang dipertimbangkan sedikit berbeda dari membeli langsung karbon. Tetapi dilakukan dalam bentuk investasi untuk proyek pembangunan berkelanjutan termasuk energi baru terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Norwegia itu nanti bersedia untuk mensubsidi proyek-proyek solar panel yang tidak ada economic viability, sehingga proyek itu bisa berjalan," jelasnya.

Terdapat juga potensi kerja sama karbon dengan Korea Selatan untuk kredit karbon dari sektor kelapa sawit dan dengan Jepang untuk Renewable Energy Certificates (RECs).

"Korea juga sudah menyatakan interest terkait carbon credit dari POME (Palm Oil Mill Effluent), dari sektor kelapa sawit. Nanti kita akan lihat konvensionalisasinya seperti apa karena kita sudah punya MoU sebenarnya dengan Korea sebelumnya yang akan expire pada 2026," kata Diaz.

Indonesia juga tengah memproses perjanjian pengakuan Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan salah satu badan standar dan registrasi pasar karbon Verra, setelah sebelumnya telah mencapai kesepakatan dengan Gold Standard pada tahun ini.

"Tentunya kita akan dorong perdagangan karbon lebih besar lagi, artinya MRA-MRA dengan international standard, semoga bisa terus kita lakukan," tambah Diaz.

Tumbuh Signifikan

Dilansir Bisnis.com, aktivitas perdagangan karbon di Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon) tumbuh signifikan per Agustus 2025 di tengah lesunya pasar secara global. Volume kredit karbon dan frekuensi perdagangan kompak tumbuh dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Data terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan volume kredit karbon yang diperdagangkan selama periode 1 Januari–22 Agustus 2025 menembus 696.763 ton setara karbon dioksida (CO2e) dengan nilai Rp27,74 miliar. Volume tersebut naik 483% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 di angka 119.463 ton CO2e senilai Rp6,14 miliar.

Seiring dengan pertumbuhan tersebut, frekuensi perdagangan tercatat naik 158% menjadi 129 kali per 22 Agustus 2025, dari hanya 50 kali pada periode yang sama tahun lalu.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 Bursa Efek Indonesia Ignatius Denny Wicaksono mengemukakan volume kredit karbon yang diperdagangkan sepanjang 2025 telah mencetak rekor all-time high sejak IDX Carbon resmi meluncur pada September 2023. Sebagai perbandingan, volume perdagangan karbon pada tahun pertama operasionalnya mencapai 494.254 ton CO2e untuk periode September–Desember.

Namun dari segi nilai, torehan pada 2023 menjadi yang tertinggi, yakni di angka Rp30,90 miliar. “Dari sisi volume perdagangan memang all-time high, sementara kalau dari sisi nilai ada lebih sedikit [daripada 2023],” kata Denny dalam diskusi Update Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) secara daring, Senin (25/8/2025).

BEI turut mencatat rekor volume kredit yang dipensiunkan atau digunakan setelah dibeli (retirement) sepanjang 2025, yakni sebesar 553.869 ton CO2e. Sementara pada 2024 dan 2023, masing-masing volume retirement berada di angka 420.987 ton CO2e dan 6.260 ton CO2e.

“Banyak pembeli yang menggunakan secara bertahap kredit karbon yang telah dibeli, di-keep untuk tahun-tahun berikutnya. Terlihat dari pembelian pada 2023 yang mencapai 494.254 ton CO2e  pada tahun pertama, tetapi secara retirement tahun tersebut 6.260 ton dan naik pada dua tahun berikutnya,” papar Denny.

Secara total, jumlah kredit karbon yang diperdagangkan selama September 2023–Agustus 2025 mencapai 1,60 juta ton CO2e. Sementara total kredit karbon yang dicatat berjumlah 3,05 juta ton setara karbon dioksida.

Sentimen: neutral (0%)