Sentimen
Informasi Tambahan
Agama: Kristen
Kab/Kota: Salatiga, Semarang, Temanggung
Tokoh Terkait
Jejak Perjuangan Doktor Manajemen UKSW, Muchammad Rully di Puncak Akademik
Espos.id
Jenis Media: News

Esposin, SALATIGA - Muchammad Rully Sjahirul Alim menapaki salah satu puncak tertinggi perjalanan akademik, saat namanya resmi disahkan sebagai doktor di bidang Manajemen.
Prosesi yudisium yang penuh khidmat itu berlangsung di ruang rapat Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), belum lama ini.
Di hadapan promotor, ko-promotor, dan penguji, gelar doktor itu ia raih sebagai simbol keberhasilan atas pergulatan panjang yang penuh pengorbanan, ketekunan, dan makna mendalam.
Dipromotori oleh Profesor Christantius Dwiatmadja, S.E., M.E., Ph.D., dengan dukungan kopromotor Komala Inggarwati, S.E., M.M., M.Bus., (Mgt)., Ph.D., serta diuji oleh Profesor Ir. Lieli Suharti, M.M., Ph.D. dan Profesor Dr. Agus Sugiarto, S.Pd., M.M., Rully mempertahankan hasil penelitiannya yang berjudul "Pengaruh Praktik Keagamaan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Adaptif Tenaga Kependidikan dengan Work-Life Balance sebagai Variabel Mediasi".
Meningkatkan Kinerja Adaptif
Sebagai seorang dosen sekaligus Kepala Kantor Rektorat di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Rully memahami betul denyut kehidupan perguruan tinggi tidak hanya bergantung pada para pengajar, tetapi juga pada tenaga kependidikan (tendik) yang menjadi tulang punggung operasional.
Penelitiannya berangkat dari realitas bahwa dinamika perguruan tinggi di era transformasi digital memerlukan tendik yang adaptif terhadap perubahan sosial, teknologi, dan kebijakan.
Dengan mengacu pada Conservation of Resources (COR) Theory, Rully mengintegrasikan dimensi praktik keagamaan dan budaya organisasi sebagai sumber daya strategis yang memperkuat work-life balance (WLB), yang pada gilirannya meningkatkan kinerja adaptif tendik.
Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan WLB sebagai variabel mediasi yang menjembatani pengaruh nilai-nilai spiritual dan budaya kerja kolektif terhadap perilaku kerja adaptif.
“Hasil empiris menunjukkan bahwa praktik keagamaan dan budaya organisasi berpengaruh signifikan, baik secara langsung maupun melalui WLB, dalam membentuk ketangguhan dan fleksibilitas tendik menghadapi perubahan,” jelasnya.
Perjalanan Rully menempuh jenjang akademik hingga doktoral bukan tanpa rintangan. Lahir di Temanggung, 19 September 1987, ia menapaki pendidikan S1 dan S2 di Universitas Semarang sebelum memutuskan melangkah ke UKSW untuk meraih gelar doktor.
Di tengah kesibukan mengajar, mengelola administrasi universitas, dan menjalankan pengabdian masyarakat, ia tetap menjaga komitmen pada penelitiannya.
Beberapa karyanya bahkan terpublikasi di jurnal bereputasi internasional, seperti The Open Public Health Journal (Q3) dan Journal of Information Systems Engineering and Management (Q4), sebuah bukti konsistensi antara dedikasi akademik dan kontribusi nyata. Tak hanya menulis dan meneliti, Rully juga terlibat aktif dalam pengabdian masyarakat, dari pemberdayaan mahasantri pesantren hingga pelatihan petani sukun.
Inspiratif dan Patut Diteladani
Promotor, Profesor Christantius Dwiatmadja, menyampaikan apresiasinya.
“Dr. Rully tidak hanya membangun argumen ilmiah yang kokoh, tetapi juga menunjukkan integritas personal. Penelitiannya mengajarkan bahwa keberhasilan organisasi berakar pada kesejahteraan manusia di dalamnya. Itu pelajaran penting bagi manajemen modern,” tuturnya.
Di sisi lain, Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA., dalam sambutannya, menegaskan bahwa pencapaian akademik bukanlah titik akhir.
“Setiap ilmu yang dicapai harus tetap disebarkan. Kami berharap Dr. Rully dapat mengemban amanah ini dengan baik, mengabdi pada institusi yang membesarkan namanya,” katanya. Ia menambahkan, penguatan kerja sama antara UKSW dan UNIMUS menjadi langkah penting untuk membangun kolaborasi universitas dan fakultas unggul di masa depan.
Sementara itu, Rektor UNIMUS Profesor Dr. Masrukhi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian akademik yang diraih Rully.
“Kami senang sekali mendengar disertasi Mas Rully. UKSW dan UNIMUS ini sama, basic-nya adalah agama. Saya ingat moto UKSW adalah ‘Takut akan Tuhan’, yang memiliki filosofi sangat dalam, segala sesuatu berasal dari Tuhan dan untuk Tuhan. Begitupun UNIMUS,” ujarnya.
Profesor Masrukhi juga menuturkan, perjalanan Rully dari staf, sekretaris rektor, meraih gelar magister, hingga kini menjadi dosen Manajemen UNIMUS adalah kisah inspiratif yang patut diteladani.
Kontribusi Nyata
Keistimewaan yudisium ini semakin lengkap dengan kehadiran Wakil Rektor I UNIMUS Profesor Dr. Budi Santosa, M.Si.Med., Wakil Rektor II UNIMUS Dr. Hardiwinoto, M.Pd., Wakil Rektor III UNIMUS Dr. Eny Winaryati, M.Pd., Wakil Rektor IV UNIMUS Muhammad Yusuf, Ph.D., dan sejumlah civitas academica UNIMUS.
Yudisium dan promosi doktor ini menjadi kontribusi nyata UKSW dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya poin ke-4 tentang penguatan SDM, sains, teknologi dan pendidikan, serta poin ke-6 tentang pembangunan dari pinggiran demi pemerataan dan keadilan sosial.
Selain itu, acara ini juga relevan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 1 tanpa kemiskinan, SDG 4 pendidikan berkualitas, SDG 10 mengurangi kesenjangan, dan SDG 13 penanganan perubahan iklim.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 32 Prodi Unggul dan A.
Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai "Creative Minority" yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (NA)
Sentimen: neutral (0%)