Sentimen
Undefined (0%)
27 Agu 2025 : 13.50
Informasi Tambahan

Kab/Kota: Klaten, Semarang, Solo

Kasus: korupsi

Partai Terkait
Tokoh Terkait

Karsa Mendunia ISI Solo

27 Agu 2025 : 13.50 Views 6

Espos.id Espos.id Jenis Media: Kolom

Karsa Mendunia ISI Solo

Institut Seni Indonesia (ISI) Solo membutuhkan pancadarma, nilai-nilai dedikasi demi lulusan yang dapat menginspirasi dan mendidik publik dengan karya seni.

Apabila Anda dalam perjalanan dari Kota Jogja ke Kota Solo, lantas melintasi Jl. Merbabu, kawasan ibu kota Kabupaten Klaten, persis di sebelah timur Kantor Bupati Klaten, terdapat  Monumen Ki Narto Sabdo, seorang dalang legendaris yang dikenal sebagai pembaru. 

Ia teladan bagi para dalang yang hendak profesional tanpa meminggirkan tradisi. Monumen Ki Narto Sabdo dibangun Pemerintah Kabupaten Klaten pada 2014.

Ada pula sebuah taman di tanah kelahiran Sang Dalang yang dibangun oleh Pemerintah Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten dan dinamai Taman Ki Narto Sabdo.

Di ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, penisbahan nama Ki Narto Sabdo jatuh pada nama jalan dan nama gedung di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). 

Di sana juga dibangun Monumen Ki Narto Sabdo, tepatnya di Jl. Pemuda, hanya beberapa depa dari alun-alun Kota Semarang. Ki Narto Sabdo dapat menjadi potret sangat representatif bagi kiprah para seniman dari masa ke masa. 

Ia tekun belajar sepanjang hayat, memahami gerak zaman, dan berkarya renyah seperti tak mempan gempuran semua hal berbau kebaruan. 

Sosok yang lekat pada idealisme dan sarat nilai-nilai baik kehidupan, lantas menggunakan kapasitas itu untuk menginspirasi dan mendidik khalayak.

Bertumpu pada kedalaman khazanah keilmuan Ki Narto Sabdo, selayaknyalah insan pendidikan kesenian di Indonesia merujuk pada semua laku Sang Legenda yang tampak tak lekang waktu itu, termasuk Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

ISI Solo adalah kawah candradimuka bagi generasi muda negeri ini yang masih percaya bahwa karya seni dapat mengubah bangsa dan negara jauh lebih baik pada masa depan.

ISI Solo hendak menjadi perguruan tinggi seni berbasis kearifan budaya Nusantara yang berkelas dunia dalam sistem tata kelola yang akuntabel dan transparan. 

Visi penuh dedikasi tentang pendidikan tinggi kesenian yang unggul-mendunia. Unggul dengan tanpa meninggalkan tradisi dan tata kelola mumpuni.

Sang pendiri, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (K.G.P.H.) Djojokusumo, dahulu pada tahun 1964, sekadar berupaya membangun wadah untuk merintis perkembangan seni tradisional.

Pancadarma

Ketika itu, ISI Solo masih bernama Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Solo. Jauh waktu berlalu, perguruan tinggi yang ia rintis dengan penuh sukacita tersebut telah berubah menjadi lembaga tumpuan banyak orang tua yang berharap anak-anak mereka bermanfaat di jalur kesenian.

Sumber daya ISI Solo yang begitu besar dapat dikelola lebih optimal dengan pancadarma. Panca bermakna lima, darma berarti kewajiban, aturan, atauckebenaran.

Arti pancadarma adalah lima konsep kunci bagi insan ISI Solo untuk menggerakkan roda institusi dalam mewujudkan visi dan misi.
Pertama, sinergi, berarti memiliki kebersamaan antarberbagai elemen untuk mencapai hasil yang optimal. Sinergi menghasilkan kolaborasi, solusi yang lebih baik, inovatif, dan efektif.

Kedua, unggul, berarti memiliki sesuatu yang lebih tinggi dan lebih baik daripada yang lain, baik dalam hal kualitas, kemampuan, atau prestasi. Unggul menunjukkan posisi dan reputasi.

Ketiga, peduli, berarti memiliki rasa empati dan perhatian terhadap orang lain dan lingkungan. Peduli mendorong tindakan membantu dan mendukung.

Keempat, elegan, berarti memiliki penampilan yang anggun, rapi, bersih, dan bermartabat. Elegan menunjukkan perilaku santun dan berkelas. 

Kelima, responsif, berarti memiliki kemampuan memberikan tanggapan yang cepat dan tepat. Responsif menunjukkan perilaku proaktif dan solutif.

Setelah itu, lahirlah visi mengakselerasi ISI Solo sebagai perguruan tinggi seni yang berkualitas, mendunia, dan sejahtera. 

Visi ini diperjelas dengan misi meningkatkan kualitas akademik berdampak, meningkatkan kolaborasi pentahelix, menjalankan reformasi birokrasi, mewujudkan internasionalisasi kampus, serta mewujudkan revenue generating.

Misi kualitas akademik berdampak demi mewujudkan tridarma perguruan tinggi yang berkualitas dan berdampak. 

Hal ini dapat dilihat dari pengajaran berdampak, berupa perekrutan mahasiswa, rekognisi prestasi mahasiswa, beasiswa, pembelajaran berdampak, sistem layanan kemahasiswaan, lulusan, laboratorium seni berbasis masyarakat, pemanfaatan platform digital pembelajaran, serta pembukaan fakultas dan program studi baru.

Selain itu, riset artistik berdampak, berupa skema riset, klasterisasi, luaran, insentif, anggaran riset, hilirisasi, dan komersialisasi yang dapat menjadi problem solving di masyarakat. 

Tidak lupa, program kreativitas mahasiswa (PKM) berdampak, yakni penerapan ilmu pengetahuan-teknologi-seni (ipteks), pengembangan desa wisata, pengembangan seni terapi, serta pemberdayaan seni budaya dan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan budaya dan ekonomi masyarakat.

Selanjutnya, misi kolaborasi pentahelix demi mewujudkan kerja sama yang efektif, inovatif, inklusi, dan sustainable. Kolaborasi dengan pemerintah berupa riset dan inovasi seni budaya, pelatihan penguatan ekonomi, pengembangan wisata, dan pengembangan produk. 

Kolaborasi bersama akademisi atau perguruan tinggi lain dapat berbentuk pertukaran dosen-mahasiswa, riset, program studi bersama, publikasi ilmiah, resource sharing, dan kunjungan lapangan.

Kolaborasi dengan kalangan bisnis, misalnya penyelarasan kurikulum, pengembangan program studi, magang, dan riset bersama. Sementara kolaborasi dengan media, seperti publikasi kegiatan kampus, wawancara ahli, kolaborasi produksi konten, serta peningkatan citra dan branding. 

Terakhir, kolaborasi dengan komunitas, berupa pelatihan dan pemberdayaan, penyelesaian masalah komunitas, pembelajaran bersama, serta riset bersama.

Misi reformasi birokrasi ditempuh untuk mewujudkan ISI Solo sebagai institusi wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). 

Misi ini diupayakan dengan membangun manajemen perubahan, berupa pola pikir, nilai budaya kerja, dan sistem kerja. Ada pula penataan organisasi, yakni organisasi dan tata kerja serta penyederhanaan birokrasi.

Menyusul penataan organisasi, diperlukan penguatan tata laksana, yaitu sosialisasi dan evaluasi proses bisnis, standard operating procedure (SOP), serta pengembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik Sisursip milik ISI Solo.

Tak ketinggalan, penataan sumber daya manusia aparatur, berupa standar kinerja pegawai, sistem perekrutan, reward and punishment, dan disiplin pegawai. 

Setelah itu, peningkatan layanan publik, yaitu penguatan standar pelayanan publik, sistem informasi layanan masyarakat terintegrasi, unit layanan terpadu (ULT), serta survei kepuasan.

Pada ujungnya, ISI Solo membutuhkan penguatan peraturan perundang-undangan, berupa penyusunan peraturan perundang-undangan, serta sosialisasi dan pelaksanaannya. 

Selain itu, penguatan sistem pengawasan, penguatan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP), pengendalian gratifikasi, integrasi sistem kinerja berbasis digital, penanganan pengaduan masyarakat, penguatan akuntabilitas, serta peningkatan capaian indikator kinerja utama (IKU), penguatan perencanaan anggaran dan kegiatan, serta transparansi anggaran.

Internasionalisasi

Misi keempat, internasionalisasi kampus untuk meningkatkan reputasi ISI Solo di kancah global. Misi yang dapat ditempuh dengan peningkatan publikasi internasional, berbentuk publikasi pada jurnal, prosiding, buku, dan kekayaan intelektual.

Selain itu, membuka peluang riset internasional, mengadakan joint research dan research grant, menyelenggarakan kelas internasional, kursus singkat, kelas internasional, rintisan double degree, serta layanan informasi internasional. 

Keterlibatan dalam event seni budaya internasional juga penting, di samping gelar seni budaya, pameran seni rupa, desain, dan film. Ada juga pertukaran mahasiswa dan dosen.

Misi kelima, revenue generating demi kesejahteraan bersama. Untuk itu, diperlukan penyusunan regulasi pemanfaatan aset, optimalisasi sumber daya manusia, pengembangan unit usaha, tarif layanan, serta pengelolaan pendapatan. 

Dibutuhkan pula sistem transaksi layanan digital, yakni layanan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta layanan pengeluaran PNBP.

Optimalisasi aset ISI Solo berupa pemanfaatan ruang kampus, sarana pembelajaran dan laboratorium, pendirian lembaga sertifikasi profesi (LSP), ruang ritel dan kantin, pendayagunaan asrama mahasiswa, pembangunan gedung, pendayagunaan aset lain.

ISI Solo dapat pula merintis dan mengembangkan unit usaha, dengan kewirausahaan kampus, inkubator bisnis, atau start up. Bisa juga melakukan kerja sama dengan pihak eksternal, berupa kerja sama dengan industri, berikut donasi para alumni.

Penggunaan teknologi yang dipilih berupa online platform, digital marketing. Sementara inovasi dan kreativitas berupa pengembangan produk, pembukaan fakultas dan program studi baru, akselerasi PNBP, serta pemasukan PNBP.

Dengan begitu ISI Solo akan muncul sebagai perguruan tinggi seni dengan keunggulan prima. ISI Solo yang kelak menjadi potret sangat representatif bagi kiprah para seniman dari masa ke masa. 

Kampus yang tekun belajar sepanjang hayat, memahami gerak zaman, dan berkarya renyah seperti tak mempan pada gempuran semua hal berbau kebaruan.

Kampus yang dapat melahirkan sosok yang lekat pada idealisme dan sarat nilai-nilai baik kehidupan, lantas menggunakan kapasitas itu untuk menginspirasi dan mendidik khalayak, tak ubahnya seperti Ki Dalang Narto Sabdo. Kampus yang mendunia.

(Esai ini terbit di Harian Solopos edisi 25 Agustus 2025. Penulis adalah akademikus ISI Solo)

Sentimen: neutral (0%)