Sentimen
Informasi Tambahan
Kab/Kota: Karanganyar
Partai Terkait
Tokoh Terkait

Rober Christanto
Badko LPQ Karanganyar Dikukuhkan, Fokus Digitalisasi dan Penguatan Guru Ngaji
Espos.id
Jenis Media: Solopos

Esposin, KARANGANYAR--Kepengurusan Badan Koordinasi (Badko) Lembaga Pengembangan Al-Qur’an (LPQ) Kabupaten Karanganyar periode 2025–2030 resmi dikukuhkan dalam acara yang digelar di Ruang Anthorium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (28/8/2025).
Pengukuhan tersebut menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru yang akan memfokuskan program kerja pada penguatan kualitas guru ngaji, standardisasi kurikulum, hingga digitalisasi pembelajaran al quran.
Acara pengukuhan turut dirangkai dengan rapat kerja pengurus baru. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Kemenag Karanganyar Hidayat Maskur, Kepala Bagian Kesra Setda Karanganyar Ali Qodri mewakili Bupati Rober Christanto serta sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus LPQ se-Kabupaten Karanganyar.
Ketua Badko LPQ Karanganyar terpilih, Moh Aziz Marnawi, menegaskan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak guna mewujudkan pembinaan al quran yang merata dan terstandar di seluruh wilayah Karanganyar.
“Kami akan memperkuat pelatihan guru ngaji, membangun sistem digital pembelajaran, serta mendorong kurikulum yang adaptif untuk generasi muda,” ujar Aziz.
Aziz mengatakan LPQ Karanganyar berkomitmen menyinergikan seluruh lembaga pendidikan al quran seperti TPQ, rumah tahfidz, dan sekolah berbasis quran. Selama ini, menurut Aziz, masing-masing lembaga berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang jelas.
“Kami ingin menjadi koordinator yang menyatukan gerak dan visi. Ada standar capaian santri, kurikulum, serta kualitas tenaga pengajar yang ingin kita selaraskan,” imbuhnya.
Dia mengatakan salah satu tantangan utama saat ini mengenai keterbatasan waktu belajar Al-Qur'an akibat sistem one day school di sekolah formal. Untuk itu, LPQ Karanganyar merancang pola pembelajaran yang lebih fleksibel, seperti kelas daring, halaqah kecil, atau integrasi di sekolah formal.
Contohnya, kerja sama dengan MTs Karanganyar yang menempatkan tahfidz pada jam pelajaran awal. Hasilnya, sejumlah siswa berhasil menghafal 4–7 juz dalam waktu setahun. Dampak program ini pun terasa pada peningkatan jumlah pendaftar yang tahun ini menembus lebih dari 400 siswa.
“Ke depan, kami ingin membentuk lembaga sertifikasi resmi. Tapi untuk sementara, ini jadi bentuk pengakuan kemampuan santri secara internal,” ujar Aziz.
Wakil Ketua LPQ Karanganyar, Aan Shopuanudin, menambahkan bahwa dengan terbentuknya kepengurusan baru, arah pengembangan pendidikan Al-Qur'an semakin jelas. Menurutnya mempelajari alquran bukan hanya sebatas membaca, tapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan. Harapannya lahir generasi qurani yang kuat akidah, rajin ibadah, dan berakhlak mulia.
Ke depan, LPQ Karanganyar menargetkan pengembangan program tidak hanya di madrasah, tetapi juga merambah sekolah negeri, seiring tingginya animo masyarakat terhadap kelas tahfidz.
"Program-program ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan membentuk generasi qurani yang tak hanya hafal, tetapi juga memahami serta mengamalkan isi Al-Qur'an," katanya.
Sementara itu, Bupati Karanganyar yang diwakili Kabag Kesra, Ali Qodri, berharap kepengurusan yang baru dapat lebih mengoptimalkan peranannya dalam mencerdaskan kehidupan beragama masyarakat Karanganyar. “Teruslah berkarya dan berinovasi. Pemerintah Daerah siap menjadi mitra strategis dalam setiap program pemberdayaan masyarakat yang berbasis nilai-nilai keagamaan,” pesannya.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan Badko LPQ Karanganyar dapat semakin solid dan berkontribusi lebih besar bagi terwujudnya masyarakat Karanganyar yang qurani.
Sentimen: neutral (0%)