Sentimen
Undefined (0%)
26 Agu 2025 : 17.54
Informasi Tambahan

BUMN: Bank Mandiri, BRI

Kab/Kota: Kapuk, Shanghai

Kasus: zona merah

IHSG Ditutup Melemah Dibayangi Sentimen Tarif Dagang Trump dan Faktor Internal

26 Agu 2025 : 17.54 Views 14

Espos.id Espos.id Jenis Media: Bisnis

IHSG Ditutup Melemah Dibayangi Sentimen Tarif Dagang Trump dan Faktor Internal

Espos.id, JAKARTA -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (26/8/2025) ditutup melemah seiring pelaku pasar mencermati ancaman tarif oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap China. IHSG ditutup melemah 21,15 poin atau 0,27% ke posisi 7.905,76. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,31 poin atau 1,36% ke posisi 817,61.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu sektor energi naik sebesar 1,33%, diikuti oleh sektor industri yang naik 0,97% dan sektor kesehatan yang naik 0,64%. Sedangkan enam sektor terkoreksi yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 1,38%, diikuti oleh sektor barang baku yang turun 1,18% dan sektor keuangan yang turun 0,88%.

Pada perdagangan hari ini, sejumlah saham dengan nilai transaksi tinggi yang notabene dimiliki para konglomerat melemah. Sumber harta grup Djarum, Bank BCA yang memiliki kapitalisasi jumbo penopang IHSG turun 2,65% pada perdagangan hari ini. Demikian juga raksasa tambang milik Grup Salim PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang turun 5% dan perusahaan pengembang properti milik crazy rich Aguan alias Sugianto Kusuma yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) turun 5,62%

Saham PT MD Entertainment Tbk. (FILM) juga jeblok 14,93%, kawasan milik grup Lippo yakni PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) turun 12,03%, dan PT Sunson Textile Manufacture Tbk. (SSTM) turun 10,97%. Tekanan kepada IHSG juga datang dari perusahaan milik negara, saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) turun 1,01%, dan harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) turun 0,95%.

Terdapat pula deretan saham yang mencatatkan kinerja paling moncer atau top gainers yaitu saham PT Dafam Property Indonesia Tbk. (DFAM) naik 34,38%, PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) naik 24,77%, dan PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) yang sejalan dengan proyek pengolahan sampah Danantara naik 24,27%. Sebagai perbandingan, pada perdagangan kemarin, Senin (25/8/2025), IHSG ditutup menguat 0,87% di level 7.926,91. 

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.367.985 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,74 miliar lembar saham senilai Rp45,82 triliun. Sebanyak 266 saham naik, 393 saham menurun, dan 145 tidak bergerak nilainya.

Pantauan bursa saham regional Asia sore ini menunjukkan antara lain indeks Nikkei melemah 469,82 poin atau 1,10% ke 42.338,00, indeks Hang Seng melemah 304,99 poin atau 1,18% ke 25.524,92, indeks Shanghai turun 15,18 poin atau 0,39% ke 3.868,38, dan indeks Strait Times melemah 12,78 poin atau 0,30% ke 4.243,71.

“Sentimen negatif antara lain berasal dari koreksi indeks bursa regional Asia,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa. Mayoritas bursa di kawasan Asia ditutup melemah akibat ancaman Presiden AS Donald Trump, yang akan memberlakukan tarif impor sebesar 200 persen, apabila China tidak mengekspor mineral tanah jarang ke AS. Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara yang tidak menghapus pajak digital dan peraturan terkait.

Selain itu, pelaku pasar mencermati pertemuan antara Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan perdagangan yang telah diumumkan bulan lalu, yang menetapkan tarif impor sebesar 15 persen atas ekspor Korea Selatan ke AS.

Dari pasar internasional, Tim Riset Phintraco Sekuritas mencatat terdapat sejumlah sentimen yang menyertai pergerakan harga saham pada perdagangan hari ini. Dari AS, investor mencermati data Durable Goods Orders periode Juli 2025 yang diperkirakan turun 4% secara bulanan  dari turun 9,3% MoM periode Juni 2025. Untuk indeks harga rumah S&P/Case-Shiller periode Juni 2025 diperkirakan naik 2,9% dari 2,8% di Mei 2025. Sedangkan, indeks CB Consumer Confidence Agustus 2025 diperkirakan sedikit membaik di level 98 dari 97,2 di Juli 2025.

 

Sentimen: neutral (0%)