Sentimen
Undefined (0%)
22 Agu 2025 : 21.05
Informasi Tambahan

Kab/Kota: Gunungkidul, Manado, Sragen, Tangerang, Yogyakarta

Tangani RTLH, Bupati Sragen Teken MoU dengan Habitat for Humanity Indonesia

22 Agu 2025 : 21.05 Views 6

Espos.id Espos.id Jenis Media: Solopos

Tangani RTLH, Bupati Sragen Teken MoU dengan Habitat for Humanity Indonesia

Esposin, SRAGEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Habitat for Humanity Indonesia (HFHI) dalam penanganan rumah tidak layak huni atau RTLH di Sragen, Jumat (22/8/2025).

HFHI merupakan organisasi sosial internasional yang bergerak di bidang pengentasan kemiskinan melalui penyediaan rumah layak huni, sanitasi, dan program pemberdayaan masyarakat.

Penandatanganan MoU dilakukan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, bersama Direktur Nasional HFHI, Handoko Ngadiman, di Ruang Kerja Bupati Sragen. Kerja sama itu disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Hargianto, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Joko Suratno, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Muh Yulianto, serta sejumlah Kepala OPD terkait.

Sigit mengatakan Pemkab Sragen berkomitmen menurunkan angka kemiskinan ekstrem, dan salah satu langkah paling efektif adalah melalui rehab RTLH. Dia mengatakan pengentasan kemiskinan tidak bisa dilepaskan dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama rumah yang sehat dan layak huni.

Selama kepemimpinannya, Sigit menargetkan ribuan RTLH akan berubah statusnya menjadi layak huni dalam empat tahun ke depan. "Kami terus usahakan, kalau bisa 3-4 tahun bisa tuntas, sehingga seluruh masyarakat rumahnya menjadi layak huni dan nyaman untuk aktivitas keluarga dan individu di dalamnya," terangnya.

Sementara Asisten I Setda Sragen, Joko Suratno, menjelaskan melalui kerja sama ini, HFHI akan berkolaborasi dengan Pemkab Sragen dan berbagai pemangku kepentingan, baik di daerah maupun tingkat nasional. Dia menerangkan HFHI akan membantu mencarikan mitra donor dari lembaga maupun sektor swasta.  

HFHI berpengalaman panjang sejak 1997 dalam pembangunan rumah layak huni, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana di berbagai daerah di Indonesia, seperti Yogyakarta (Gunungkidul), Tangerang, NTT, hingga Manado.

Joko menjelaskan kerja sama yang dijalankan di Sragen difokuskan pada empat hal, yakni pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat miskin, penyediaan sanitasi sehat, program pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan life skill melalui pelatihan dan pendampingan.

Joko menyebut target awal dari program ini di 21 desa yang masih ada warga miskin ekstrem di Kabupaten Sragen. Dalam jangka 3–4 tahun mendatang, Joko berharap program ini dapat menjangkau hingga 61 desa, sehingga semakin banyak keluarga yang terbantu untuk keluar dari kemiskinan.

Selanjutnya, Joko menerangkan MoU tersebut akan ditindaklanjuti dengan kerja sama teknis lintas OPD di Pemkab Sragen, seperti Dinas Perumahan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan dinas terkait lainnya sesuai dengan fokus program.

"Ini adalah awal yang baik. Dengan sinergi yang kuat, kami optimis pengentasan kemiskinan di Sragen akan lebih cepat dan efektif," jelasnya. 

Seusai penandatanganan MoU, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan rumah warga di Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, oleh tim Habitat for Humanity Indonesia sebagai langkah awal implementasi program di Sragen.

Sentimen: neutral (0%)