Catat, Ini Tips Menulis untuk Menarik Hati Juri Lomba Pewarta Astra 2025
Espos.id
Jenis Media: Bisnis

Esposin, SOLO - Banyak tips dan trik dalam menyajikan sebuah karya tulis untuk mengikuti lomba. Hal itu dikupas dalam Workshop Fotografi dan Bincang Inspiratif dalam rangka Road to Lomba Foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra (LFA dan APA) 2025 yang bertempat di Radya Litera, Griya Solopos, Kamis (21/8/2025).
Salah satu pembicara pada kegiatan tersebut, seorang penulis dan sutradara film, Fanny Chotimah, menyampaikan dengan semakin berkembangnya teknologi, sebenarnya juga semakin memudahkan proses dan kegiatan menulis.
Melalui media sosial misalnya, dengan seringnya menulis status, membuat caption, nyatanya juga menjadikan seseorang itu terlatih untuk menulis. Entah itu menuliskan hal-hal tentang perasaannya atau mungkin kegelisahannya, komentar terhadap sesuatu dan lainnya.
"Sebenarnya itu sudah latihan [menulis]. Jadi berlatih menulis bisa dimulai dari hal-hal sederhana," kata dia.
Menurutnya saat ini jangan menganggap menulis itu hal yang sulit. Keberadaan chat AI, mestinya juga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu tools untuk berkarya, bukan justru mengandalkannya untuk membuat tulisan.
Sementara bicara mengenai ide penulisan, menurutnya juga penting untuk melatih kepekaan dengan situasi sekitar. Ide menulis bisa datang dari mana saja, termasuk dari cerita teman, kondisi sekitar, pengalaman pribadi dan lainnya. Dari ide-ide tersebut kemudian dapat dikembangkan dengan imajinasi yang didukung data-data pendukung.
"Tulis-tulis dulu aja apa yang kita mau sampaikan, pesan apa atau angle-nya seperti apa. Pertama-pertama kan masih draft ya, masih draf-draf. Pelan-pelan kita akan bentuk lebih sistematis, sesuai dengan kaidah yang ada, seperti kaidah jurnalistik," kata dia dalam acara tersebut.
Selanjutnya latihan bisa bertahap untuk membuat pembukaan tulisan yang bisa membuat pembaca akan langsung tertarik untuk membacanya. Tentu saja hal itu ada ilmunya sendiri yang secara bertahap bisa dipelajari. Namun yang jelas menurutnya setiap penulis harus memiliki sesuatu atau pesan yang ingin disampaikan.
Bicara mengenai tulisan yang menarik, menurut Fanny juga ada strategi tersendiri untuk membuatnya. Namun yang menjadi tantangan adalah ketika sesuatu yang menurut kita menarik atau penting belum tentu menarik untuk orang lain.
"Nah, itu tentu ada strateginya untuk menyampaikan itu dan sebetulnya cerita-cerita yang menarik atau inspiratif tidak perlu hal-hal besar atau hal-hal dramatis. Sebenarnya peristiwa kecil yang sangat relate, mungkin dibilang human interest gitu ya, peristiwa keseharian itu juga menarik gitu. Tapi kadang kita menganggap itu biasa," kata dia.
Dalam hal itu menurutnya butuh kepekaan dari penulis untuk menangkap hal yang tidak ditangkap orang. Dia mencontohkan ketika ada wanita tua berkebaya berjualan pecel, bagi sebagian orang mungkin terlihat biasa saja.
"Tapi bagaimana ketika [dalam tulisan itu ternyata kita bisa menyampaikan] wanita itu merupakan generasi terakhir yang berkebaya. Dimana dia telah melewati berbagai zaman. Dia punya cerita yang tidak semua orang punya. Jadi kan kita bisa masuk ke situ, kalau misalnya kita punya kepekaan untuk menyampaikan sebuah kisah itu," kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan dengan adanya kompetisi menulis seperti LFA dan APA 2025, merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk mengasah kemampuan menulis. Selain akan meningkatkan kemampuan menulis, ketika mendapatkan juara juga akan memberikan pengalaman yang seharga dan bonus untuk peserta. Tak hanya itu, dengan menyajikan tulisan-tulisan inspiratif dan bisa menginspirasi orang lain juga menjadi hal yang sangat mulia.
Diketahui, LFA dan APA merupakan ajang yang bukan hanya kompetisi. Ajang tersebut juga menjadi ruang apresiasi dan inspirasi bagi para jurnalis, pewarta warga, dan pegiat visual di seluruh Indonesia. Dengan mengangkat tema “Satukan Gerak, Terus Berdampak”, tahun ini Astra kembali mengundang para jurnalis penulis dan fotografer untuk mengabadikan dan membagikan kisah-kisah terbaik, baik melalui lensa kamera maupun tulisan.
Sentimen: neutral (0%)