Sentimen
Informasi Tambahan
Kab/Kota: Washington
Tokoh Terkait
Trump Umumkan Zelenskyy dan Putin akan Bertemu Langsung Soal Perdamaian
Espos.id
Jenis Media: Dunia

Espos.id, WASHINGTON, D.C. - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana mempertemukan pemimpin Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam upaya mewujudkan perdamaian di Ukraina.
Pengumuman Trump ini disampaikan pada Senin (18/8/2025) waktu AS setelah dia menjadi tuan rumah perundingan dengan Zelenskyy dan para pemimpin Uni Eropa di Washington, D.C. Ini merupakan upaya terbaru mengakhiri konflik akibat invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Trump dalam unggahan di media sosialnya, Truth Social, menyebut dirinya sudah mempersiapkan pertemuan itu setelah berbicara dengan Putin melalui telepon. Dia juga akan menggelar pertemuan trilateral dengan Rusia dan Ukraina sebagai tindak lanjut pertemuan terpisah dengan pemimpin masing-masing negara.
“Ini langkah awal yang sangat bagus untuk [mengakhiri] perang yang sudah berlangsung hampir empat tahun," tulis Trump. “Wakil Presiden J.D. Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Utusan Khusus Steve Witkoff sedang berkoordinasi dengan Rusia dan Ukraina," kata dia seperti dikutip Aljazeera.
Kanselir Jerman, Friedrich Merz, dan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, secara terpisah memastikan bahwa Putin setuju melakukan pertemuan bilateral dengan Ukraina. Namun mereka tak menyebut tanggal dan lokasi pasti pertemuan itu.
Sedangkan Zelenskyy, yang menyebut pertemuannya dengan Trump sebagai "perundingan yang sangat baik" kepada wartawan menyatakan dia siap bertemu empat mata dengan pemimpin Rusia.
Rusia sendiri belum langsung memberikan tanggapan apakah menyepakati perundingan empat mata dengan Ukraina. Namun kantor berita Rusia, TASS, dalam pemberitaannya mengutip pernyataan salah satu pejabat senior kepresidenan, Yuri Ushakov, yang menyebut bahwa Putin dan Trump sepakat dengan keberlanjtukan pembicaraan langsung antara delegasi Rusia dan Ukraina.
Salah satu masalah yang harus diselesaikan saat ini adalah jaminan keamanan bagi Ukraina, yang mengemuka saat pembicaraan Trump dan Zelenskyy di Gedung Putih. Seperti apa jaminan keamanan bagi Ukraina itu masih belum jelas penyelesaiannya. Saat ditanya media apakah AS akan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina, Trump menyebut negara-negara Eropa akan menjadi lini pertahanan utama. Namun Trump juga menyebut pihaknya akan memberikan dukungan besar.
Dalam wawancara dengan Fox News setelah pertemuan pada Senin, Sekjen NATO Mark Rutte menyebut komitmen AS untuk terlibat dalam memberi jaminan keamanan bagi Ukraina merupakan terobosan. Namun seperti apa bentuk keterlibatan itu masih akan dibicarakan selanjutnya. Rutte menyebut pembicaraan pada Senin belum menyentuh soal kemungkinan penempatan pasukan perdamaian dari AS atau Eropa.
“Yang kami semua sepakati adalah jika perang ini diakhiri, maka harus definitif," kata Rutte.
Konstantin Sonin, guru besar University of Chicago Harris School of Public Policy, menyebut jaminan keamanan bagi Ukraina harus diwujudkan dengan penempatan pasukan perdamaian Eropa di wilayah konflik. "Putin pasti tidak mau menerima solusi seperti itu, jadi pertanyaannya bagaimana para pemimpin Eropa bisa meyakinkan Trump bahwa tanpa adanya jaminan keamanan secara nyata di lapangan, biarpun perang berhenti saat ini, bisa jadi akan terjadi lagi di waktu mendatang," kata dia.
Sonin menyebut Ukraina selama ini selalu gagal mendapatkan perlindungan dari jaminan yang bersifat di atas kertas. "Rusia sudah meneken begitu banyak perjanjian internasional yang mengakui kedaulatan dan wilayah perbatasan Ukraina. Bahkan Putin juga menandatangani perjanjian seperti itu pada 2004. Nyatanya semua perjanjian itu dilanggar," kata Sonin merujuk pada invasi Rusia sebelum ini seperti saat menduduki Semenanjung Krimea pada 2014 dan invasi pada 2022.
Sentimen: neutral (0%)