Sentimen
Undefined (0%)
19 Agu 2025 : 10.11
Informasi Tambahan

Grup Musik: APRIL

Kab/Kota: Beijing, Moskow

Rupiah Dibuka Melemah Jadi Rp16.230 per Dollar AS

19 Agu 2025 : 10.11 Views 31

Espos.id Espos.id Jenis Media: Bisnis

Rupiah Dibuka Melemah Jadi Rp16.230 per Dollar AS

Espos.id, JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (19/8/2025) di Jakarta melemah sebesar 32,50 poin atau 0,20% menjadi Rp16.230 per dollar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.198 per dollar AS.

Sementara itu, mata uang Asia lainnya dibuka bervariasi, yakni yen Jepang yang menguat 0,10%, dollar Singapura melemah 0,06%, dollar Taiwan melemah 0,17%, dan won Korea melemah 0,14%. Lalu peso Filipina melemah 0,17%, rupee India menguat 0,24%, yuan China melemah 0,04%, ringgit Malaysia melemah 0,14%, dan baht Thailand melemah 0,13%.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan  rupiah salah satunya dipengaruhi oleh antisipasi pelaku pasar terhadap pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dapat mengarah ke hawkish terkait kebijakan suku bunga acuannya.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dollar AS yang rebound oleh antisipasi pidato hawkish Powell dalam beberapa kesempatan pekan ini, di antaranya risalah FOMC dan Jackson Hole," ujar Lukman.

Dari mancanegara, pidato Jerome Powell akan menjadi perhatian pelaku pasar dalam pertemuan para pejabat bank sentral dunia pada Simposium Jackson Hole di AS tanggal 21-23 Agustus 2025. Selanjutnya, pelaku pasar juga akan memperhatikan pidato Jerome Powell pada pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) Minutes pada Kamis (21/8/2025) pekan ini.

Berdasarkan laporan FedWatch CME, ada kemungkinan sebesar 83% The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan September 2025, namun sikap hawkish bank sentral AS menjadi langkah antisipasif pelaku pasar saat ini.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan pada Jumat (15/8/2025), yang tidak menghasilkan kesepakatan gencatan senjata atau kesepakatan formal untuk mengakhiri perang Ukraina. Sebelumnya, pada Rabu (13/8/2025), Trump mengancam akan memberikan "konsekuensi berat" apabila Putin tidak menyetujui perdamaian, mengingat Trump telah mengancam tarif tinggi terhadap pembeli utama minyak Rusia, yaitu India dan China.

Para analis mengatakan pembatasan yang lebih ketat terhadap ekspor energi dari Moskow dapat memperburuk kendala pasokan yang ada, terutama di Eropa, dan sebagian Asia yang masih sangat bergantung pada minyak mentah dan produk olahan Rusia.

Dari kawasan Asia, perekonomian China melambat di hampir semua sektor pada Juli 2025, yang mana aktivitas pabrik, investasi, dan penjualan ritel mengecewakan ekspektasi, dipengaruhi pengetatan Beijing terhadap perang harga serta dampak lanjutan tarif impor dari Trump.

Jumat pekan lalu data Biro Statistik Nasional (NBS) China menunjukkan produksi pabrik dan tambang hanya naik 5,7% secara tahunan atau terendah sejak November 2025 dan di bawah proyeksi, dibandingkan kenaikan 6,8% pada Juni 2025.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat ULN periode Juni 2025 sebesar US$433,3 miliar atau setara Rp6.976,1 triliun (kurs Jisdor Rp16.109 per dollar AS per 14 Agustus 2025), atau menurun dibandingkan sebesar Rp7.100,28 triliun pada Mei 2025.

Tingkat pertumbuhan ULN juga melambat, yang tumbuh 6,1% secara tahunan pada kuartal II 2025, dibandingkan pertumbuhan 6,4% pada kuartal I 2025, yang dipengaruhi oleh ULN swasta yang melanjutkan kontraksi pertumbuhan. Berdasarkan komposisi, ULN pemerintah pada April-Juni 2025 sebesar US$210,1 miliar atau setara Rp3.382,6 triliun.

Sentimen: neutral (0%)