Sentimen
Undefined (0%)
15 Agu 2025 : 17.21
Informasi Tambahan

Institusi: FRI, UNESA, Universitas Negeri Surabaya

Kab/Kota: Surabaya

Tokoh Terkait

Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia Rumuskan Program Pemberdayaan Masyarakat

15 Agu 2025 : 17.21 Views 29

Espos.id Espos.id Jenis Media: News

Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia Rumuskan Program Pemberdayaan Masyarakat

Esposin, SURABAYA - Jajaran pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat yang berlangsung di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kampus II Lidah Wetan, pada Kamis (14/8/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan atas kolaborasi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Forum Rektor Indonesia (FRI), dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) ini mengusung tema Optimalisasi Peran Perguruan Tinggi dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Tridarma Perguruan Tinggi.

Rakornas mempertemukan pemangku kebijakan, pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia, dan perwakilan dari unsur mahasiswa. Acara dihadiri langsung Menko PM, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang menekankan pentingnya kerja sama dan peran yang extraordinary alis yang tidak biasa-biasa saja.

Menurutnya, tantangan pembangunan yang masih timpang, kesenjangan pendidikan, dan angka kemiskinan yang masih tinggi di berbagai daerah menuntut peran bersama seluruh pihak. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengentaskan kemiskinan yang mencapai 8 persen, dan kemiskinan ekstrem yang berada di angka 3,1 juta penduduk. 

“Kemiskinan harus kita tuntaskan menjadi 0 (nol) persen pada tahun 2026. Karena itu, kolaborasi pengentasan kemiskinan, khususnya di pedesaan adalah pekerjaan serius, membutuhkan peran semua pihak secara extraordinary,” tandas Cak Imin. 

Deputi Bidang  Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PMK, Abdul Haris menekankan bahwa sinergi berbagai pihak sangat diperlukan untuk mendorong terwujudnya masyarakat yang mandiri dan berdaya. 

Peran perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta partisipasi aktif mahasiswa menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran dan peran nyata pemberdayaan masyarakat di desa-desa.

Ketua FRI, Nurhasan atau Cak Hasan, bahwa penguatan kolaborasi dan perumusan langkah strategis untuk pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat desa menjadi bagian dari agenda tersebut. 

"Pertemuan ini harus menghasilkan rencana aksi pemberdayaan masyarakat yang nyata, bukan sekadar ajang silaturahmi. Desain program pengabdian harus jelas, terarah, dan by design, sehingga benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Rektor Unesa tersebut.

Ketua MRPTNI, Eduart Wolok, menyoroti bahwa selama ini banyak forum perguruan tinggi dibentuk bersama para rektor, tetapi pada akhirnya kerap berjalan hanya berdasarkan inisiatif institusi dari masing-masing perguruan tinggi. 

“Fakta ini menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi perlu lebih nyata hadir di tengah masyarakat. Kolaborasi harus terstruktur dan berkesinambungan agar program pemberdayaan benar-benar implementatif dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya. (NA)

Sentimen: neutral (0%)