Sentimen
Undefined (0%)
12 Agu 2025 : 21.16
Informasi Tambahan

Kab/Kota: Demak, Garut, Kudus, Magelang, Purworejo, Solo

Obat Kangen, Ini Daftar Jajanan Tradisional Khas Pasar Malam Sekaten Solo

12 Agu 2025 : 21.16 Views 20

Espos.id Espos.id Jenis Media: Solopos

Obat Kangen, Ini Daftar Jajanan Tradisional Khas Pasar Malam Sekaten Solo

Esposin, SOLO — Perayaan pasar malam Sekaten Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo selalu menjadi magnet bagi banyak orang. Segala macam hiburan, wahana permainan anak hingga dewasa, bisa dijumpati pada perayaan yang digelar di Alun-alun Kidul maupun kawasan Alun-alun Utara selama sebulan.

Selain aneka hiburan, ada yang tak boleh dilewatkan saat dolan ke acara tradisi menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW ini. Apalagi kalau bukan jajanan dan makanan khas Sekaten. Sebagian jajanan dan makanan itu tidak setiap hari ada dan bisa dijumpai di Kota Solo lo. Jadi sayang kalau tidak mencobanya ketika main ke Sekaten.

Berikut Espos himpun jajanan dan makanan khas yang wajib dicicipi ketika berada di Sekaten Solo:

Jenang Kudus

Sesuai namanya, makanan sejenis dodol ini berasal dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Makanan ini terbuat dari tepung beras ketan, santan, dan gula, dengan rasa manis dan tekstur kenyal serta adanya taburan wijen di atasnya.

Makanan ini biasanya dijual dalam potongan kecil dan dibungkus plastik, seringkali dikemas dalam loyang plastik berbentuk persegi sebagai oleh-oleh.  Per seperempat kilogram, jenang ini dijual dengan harga Rp12.000.

Jenang Lot atau Jenang Alot

Sekilas jenang ini mirip dengan jenang Kudus, namun dari sisi rasa dan asal daerah keduanya berbeda. Dari rasanya, jenang lot terasa lebih alot dan tidak sekenyal jenang kudus. 

Jenang lot berasal dari wilayah selatan pulau Jawa seperti Kulonprogo, Purworejo, dan Magelang. Jika jenang kudus menggunakan topping wijen, jenang lot menggunakan topping potongan buah kelapa dan berada di dalam adonan jenang.

Ukuran terkecil jenang ini 5 cm x 5 cm dan dijual dengan harga Rp5.000 per potong, ukuran 5 cm x 10 cm dijual seharga Rp10.000, ukuran 10 cm x 10 cm seharga Rp20.000 dan seterusnya tergantung permintaan pelanggan.

Dodol Garut

Meskipun bukan makanan tradisional khas Jawa Tengah, dodol garut dijajakan di hampir semua lapak pedagang jajanan di pasar malam Sekaten Solo. Dibandingkan jenang atau dodol lainnya, dodol Garut menawarkan variasi rasa yang lebih lengkap, seperti cokelat, wijen, buah-buahan (nanas, durian), dan susu. 

Selain itu, dodol garut digemari karena relatif lebih mudah dimakan karena sudah dibungkus kecil-kecil dengan kertas atau plastik sekali makan. Dodol Garut rata-rata dijual dengan harga Rp45.000/kg.

Wajik Klobot

Dinamakan wajik klobot karena makanan ini terbuat dari beras ketan, gula merah, dan kepala ini menggunakan kulit jagung kering atau klobot sebagai pembungkusnya.

Makanan memiliki rasa manis legit sedangkan teksturnya sedikit keras dan tidak terlalu kenyal. Per kilogram, wajik klobot dijual dengan harga Rp45.000.

Telur asin atau endog amal

Telur asin dan Sekaten adalah dua hal yang sudah melekat sejak dulu. Sebagian masyarakat percaya dengan membeli telur asin atau biasa disebut endog amal di Sekaten Solo akan mendatangkan kebaikan dan segala amal ibadahnya diterima Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu, tidak mengherankan selama acara Sekaten digelar cukup banyak penjual telur asin atau endog amal. Penjual telur akan semakin banyak dan bertebaran saat menjelang hari perayaan Maulid Nabi atau menjelang tradisi Gunungan Sekaten.

Selain kelima jajanan atau makanan di atas, masih banyak banyak lagi yang bisa ditemukan di kawasan pasar malam Sekaten. Di antaranya arum manis, ampyang atau gula kacang, geplak, cabuk rambak, gempol pleret, dan masih banyak lagi. Harga-harga jajanan tersebut juga relatif tidak bikin kantong jebol, yakni mulai belasan ribu rupiah saja.

Salah satu pedagang asal Demak, Jawa Tengah, Martoyo, 64, mengaku sudah tiba di Solo sejak Jumat (8/8/2025). Selama sebulan penyelenggaraan Sekaten dia menyiapkan puluhan kilo dagangan berupa aneka jenang.

Pria yang tidak pernah absen berjualan di Sekaten Keraton Solo selama tujuh tahun terakhir itu menyebut ada beberapa jajanan atau makanan yang menjadi favorit pengunjung. Di antaranya jenang Kudus, jenang alot, dodol Garut, geplak, dan ampyang.

Untuk jenang Kudus dia menjual seharga Rp24.000 per setengah kilogram sedangkan untuk aneka dodol dan jenang lainnya adalah Rp45.000/kilogram. 

“Sementara jualannya kalau malam di sebelah barat Alun-alun Utara, soalnya kalau siang masih sepi, tapi kalau mendekati Maulid biasanya siang pun sudah ramai,” kata dia kepada Espos, Senin (12/8/2025) malam.

Sentimen: neutral (0%)