Sentimen
Informasi Tambahan
Kab/Kota: Klaten, Semarang, Solo
Kebal Obat, Pasien Epilepsi Bisa Ditangani dengan Operasi
Espos.id
Jenis Media: Bisnis

Esposin, SOLO — Epilepsi atau ayan adalah penyakit yang ditandai dengan berulangnya kejang dan/atau kejadian bangkitan lainnya seperti hilang kesadaran sesaat, mulut bergumam, hingga berteriak-teriak sendiri.
Dokter spesialis bedah syaraf di Rumah Sakit (RS) Telogorejo, Semarang, Prof. Dr. dr. Zainal Muttaqin PhD, SpBS, mengatakan pada saat epilepsi terjadi, otak akan mengalami kerusakan.
Padahal epilepsi ini terjadi secara berulang sehingga kerusakan otak akan semakin parah. Pada akhirnya, kualitas hidup penderitanya ini dapat menurun secara signifikan.
Menurutnya, epilepsi bisa ditangani dengan dua cara. Yang pertama adalah pemberian obat anti epilepsi (OAE) yang dimulai dari dosis rendah hingga dosis efektif. Namun ada sebagian pasien epilepsi yang tidak responsif atau kebal terhadap obat-obatan.
Kedua, adalah operasi. Jika pemberian obat sudah dilakukan dengan benar, maka alternatif penanganan berikutnya adalah operasi pada otak untuk menghilangkan sumber epilepsinya.
“Kalau dengan pengobatan yang benar epilepsi ini tidak bisa diatasi, maka bisa dilakukan operasi mengangkat sumber epilepsinya sehingga kemudian kualitas hidup pasien bisa meningkat,” ujarnya.
Materi tersebut merupakan sebagian dari paparannya dalam Seminar Awam: Kemajuan Terkini dalam Layanan Epilepsi dan Tata Kelola Nyeri yang diadakan RS Telogorejo Semarang di Mahalaya The Legacy Hotel, Solo, Sabtu (5/7/2025).
Selain Zainal, seminar juga menghadirkan pembicara lainnya yakni spesialis bedah syaraf di RS Telogorejo Semarang, dr. Yuriz Bakhtiar, PhD SpBS(K), FINPS. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan tentang nyeri dan penanganan medisnya secara presisi yang kini layanannya tersedia di rumah sakit tersebut.
Sementara itu, selain seminar epilepsi, RS Telogorejo juga mengadakan seminar lain di hotel yang sama. Yakni Seminar Medis: Acute Coronary Syndrome & Acyanotic Congenital Heart Disease, An Update from Cardiologist & Clinical Nutrition Physician View.
Seminar ini menghadirkan pembicara dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. Niken Puruhita Mmed, Sc, SpGk, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Sefri Noventi Sofia Sp.Jp, Subsp, Kped.P.J.B(K), dan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr M. Yusuf Suseno SpJP, FIMA
Direktur Pemasaran RS Telogorejo, Diana Loretta, mengatakan dua seminar ini merupakan rangkaian kegiatan di Solo untuk lebih mengenalkan RS Telogorejo kepada warga Soloraya.
Selain seminar, RS Telogorejo juga membuka stan di pameran Solo Health & Beauty di Solo Paragon Lifestyle Mall, yang berlangsung 4-6 Juli 2025. “Kami ada di Solo selama tiga hari. Selain seminar ini kami juga open booth di Health & Beauty di Solo Paragon,” ujarnya.
Diana menambahkan bahwa dalam seminar epilepsi tersebut pihaknya juga menghadirkan salah satu penyintas operasi epilepsi yang ditangani dokter Zainal. Diharapkan kehadiran penyintas ini dapat memberikan semangat bagi pengidap epilepsi lainnya dan keluarganya.
Sementara itu, Business Development and Marketing Communication Yayasan Telogorejo, Aditya Budi, mengatakan rumah sakit di bawah Yayasan Telogorejo memiliki ini keunggulan di bidang penanganan penyakit jantung, neuro, dan fertility.
“Rumah Sakit Telogorejo memiliki keunggulan dalam penanganan penyakit 1 jantung, kemudian neuro melalui Neuro Center, dan fertility melalui Telogorejo Fertility Center [TFC]. TFC ini di antaranya punya program bayi tabung yang menjadi salah satu yang terbaik di Jawa Tengah,” ujarnya.
Sentimen: neutral (0%)