Sentimen
Informasi Tambahan
Kasus: serangan siber
Microsoft Tawarkan Program Keamanan Siber Gratis untuk Pemerintah Eropa
Voi.id
Jenis Media: News

JAKARTA – Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Microsoft, menawarkan program keamanan siber secara cuma-cuma kepada pemerintah-pemerintah di Eropa. Langkah ini diumumkan pada Rabu 4 Juni sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan terhadap ancaman siber yang semakin canggih, termasuk yang ditingkatkan dengan kecerdasan buatan (AI).
Program ini diluncurkan menyusul lonjakan serangan siber di kawasan Eropa, banyak di antaranya diduga dilakukan oleh aktor yang disponsori negara dari China, Iran, Korea Utara, dan Rusia. Melalui program ini, Microsoft berupaya meningkatkan berbagi informasi intelijen terkait ancaman berbasis AI, serta membantu pencegahan dan penanggulangan serangan siber.
“Jika kami bisa membawa lebih banyak hal yang telah kami kembangkan di Amerika Serikat ke Eropa, maka itu akan memperkuat perlindungan keamanan siber bagi lebih banyak institusi Eropa,” kata Presiden Microsoft, Brad Smith, dalam wawancara eksklusif dengan Reuters.
Smith menambahkan bahwa masih ada beberapa inisiatif tambahan yang akan diumumkan Microsoft pada akhir bulan ini sebagai bagian dari strategi keamanan global perusahaan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, pelaku serangan siber semakin memanfaatkan kecerdasan buatan generatif untuk memperbesar skala dan dampak serangan mereka—mulai dari gangguan terhadap infrastruktur vital hingga penyebaran disinformasi.
Meski AI telah dimanfaatkan oleh pihak-pihak jahat, Smith menegaskan bahwa teknologi tersebut juga bisa digunakan untuk pertahanan. “Kami belum menemukan AI yang mampu menghindari kemampuan kami dalam mendeteksi penggunaannya atau ancaman secara lebih luas,” ujar Smith, dalam posting blog Microsoft.
“Tujuan kami adalah memastikan AI berkembang lebih cepat sebagai alat pertahanan dibandingkan sebagai senjata ofensif,” imbuhnya.
Microsoft mengklaim mereka memantau secara ketat setiap penggunaan berbahaya dari model AI yang mereka kembangkan, dan juga mencegah para penjahat siber yang telah teridentifikasi dari menggunakan produk AI milik mereka.
Beberapa contoh nyata dari penyalahgunaan AI termasuk video deepfake Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, yang tampak menyerah pada tuntutan Rusia pada tahun 2022, serta rekaman audio palsu yang memengaruhi pemilu Slovakia pada 2023.
Brad Smith juga menyebutkan bahwa hingga saat ini, manipulasi audio masih lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan video.
Dengan tawaran program keamanan siber gratis ini, Microsoft berharap dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat ketahanan digital institusi-institusi pemerintahan di Eropa di tengah lanskap ancaman siber yang semakin kompleks dan berbasis teknologi canggih.
Sentimen: positif (66.6%)