Sentimen
UNICEF Peringatkan Runtuhnya Sistem Perawatan Kesehatan Mengancam Kehidupan Anak-anak Gaza
Voi.id
Jenis Media: News

JAKARTA - Runtuhnya sistem perawatan kesehatan menimbulkan ancaman serius bagi kehidupan anak-anak di Jalur Gaza, kata Kazim Abu Khalaf, juru bicara UNICEF di Palestina.
Dalam jumpa pers Hari Rabu Abu Khalaf mengatakan, anak-anak menghadapi tantangan besar karena perang yang sedang berlangsung, menekankan tidak ada tempat lain di dunia yang mencatat jumlah korban anak yang begitu tinggi setiap harinya, menurut situs web resmi organisasi tersebut.
Ia mencatat, sejak 7 Oktober 2023, rata-rata 27 anak telah meninggal setiap harinya. Jika cedera disertakan, jumlah korban harian meningkat menjadi 83 anak dalam kurun waktu 20 bulan, dikutip dari WAFA 4 Juni.
Abu Khalaf menjelaskan, anak-anak termasuk yang paling terdampak oleh kelaparan yang melanda Jalur Gaza, dengan puluhan ribu anak tercatat membutuhkan perawatan karena kekurangan gizi akut yang parah.
Statistik awal, imbuhnya, menunjukkan lebih dari 40.000 anak telah menjadi yatim piatu, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah.
Ia menekankan, anak-anak di Gaza akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih, tidak hanya dari cedera fisik tetapi juga dari trauma psikologis dan emosional mendalam yang telah mereka derita.
Terpisah, sumber kesehatan di Gaza pada Hari Rabu mengonfirmasi, jumlah korban tewas Palestina di Gaza sejak konflik terbaru pecah pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 54.607 orang, mayoritas anak-anak dan perempuan, sementara korban luka-luka mencapai 125.341 orang.
Sentimen: negatif (100%)