Sentimen
Undefined (0%)
30 Des 2024 : 22.14
Informasi Tambahan

Kab/Kota: Semarang, Solo

Tokoh Terkait

Kemenperin Cari Putusan MA Soal Sritex yang Singgung Poin "Going Concern"

30 Des 2024 : 22.14 Views 16

Espos.id Espos.id Jenis Media: Bisnis

Kemenperin Cari Putusan MA Soal Sritex yang Singgung Poin "Going Concern"

Espos.id, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan tengah mencari salinan putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi status pailit PT Sri Rejeki Isman Tbk ( Sritex). Pencarian ini dilakukan untuk memastikan adanya poin going concern (kesepakatan keberlangsungan usaha) di dalam putusan hukum tersebut.

“Soal Sritex kami sampaikan, kami berusaha, lagi mencari salinan putusan kepailitan itu. Terutama kami ingin lihat soal poin going concern,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arief dalam konferensi pers, Senin (30/12/2024). Dengan demikian, Kementerian Perindustrian belum dapat menjawab persoalan secara gamblang terkait keluhan serikat pekerja perusahaan tekstil yang telah berdiri lebih dari separuh abad itu.

Febri juga menyebut pihaknya siap mengundang pihak kurator untuk mengetahui tindak lanjut representasi dari pihak kreditur itu. “Kami akan memanggil kurator ya, kurator kira-kira akan mau apa tindak lanjut setelah ini,” jelasnya.

Sementara soal unjuk rasa yang akan dilakukan para pekerja Sritex, ia menyebut hal itu merupakan hak para pekerja, ia pun mempersilakan unjuk rasa digelar dan tidak ada keberatan. “Kan hak mereka, silakan. Kami persilakan,” tandasnya.

PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk. sebelumnya mengajukan peninjauan kembali atau PK setelah Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi status pailit yang diajukan perusahaan tersebut beberapa waktu lalu. Dengan penolakan tersebut, artinya sampai saat ini Sritex masih berstatus pailit sesuai dengan keputusan dari Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang.

Direktur Utama PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto di Solo, Jawa Tengah, Jumat (27/12/2024) mengaku cukup kaget dengan keputusan tersebut. "Momen yang tidak kami antisipasi, bagaimana menghadapi ini," katanya.

Sentimen: neutral (0%)