Sentimen
Undefined (0%)
10 Des 2024 : 10.32
Informasi Tambahan

Kab/Kota: Boyolali, Solo

Kasus: pencurian, penganiayaan

Awas! Penganiaya Bocah di Desa Banyusri Boyolali Terancam Jeratan Pasal Berlapis

10 Des 2024 : 10.32 Views 4

Espos.id Espos.id Jenis Media: Solopos

Awas! Penganiaya Bocah di Desa Banyusri Boyolali Terancam Jeratan Pasal Berlapis

Esposin, BOYOLALI – Seorang Ketua RT dan belasan warganya di Desa Banyusri, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Jawa Tengah terancam hukuman berlapis terkait dugaan penganiayaan yang mereka lakukan terhadap seorang bocah berusia 12, KM. 

Atas dugaan penganiayaan itu, KM dilaporkan mengalami luka serius dan trauma psikis. 

Aksi penganiayaan beramai-ramai itu dipicu tuduhan terhadap KM yang mencuri sebuah celana dalam. 

Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Arif Mudi Prihanto, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan yang dialami bocah 12 tahun asal Banyusri tersebut.

Menurutnya, penyidik Reserse Kriminal Polres Boyolali sedang melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. 

“Saat ini masih proses lidik,” kata dia seperti dikutip Espos, Senin (9/12/2024) lalu. 

Jika benar melakukan perbuatan yang dituduhkan, Ketua RT dan belasan warganya di Banyusri tersebut terancam pidana berlapis. 

Mereka bisa dijerat pidana penganiayaan berat serta pengeroyokan serta perlindungan terhadap anak. 

Berikut jeratan pasal yang bisa mengenai Ketua RT dan belasan warganya, seperti dikutip dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Selasa (10/12/2024): 

Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan 

(1) Barangsiapa yang di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan.

(2) Yang bersalah diancam: 

a. Dengan penjara selama-lamanya tujuh tahun jika seseorang dengan sengaja merusakkan barang atau jika kekerasan yang dilakukannya itu menyebabkan sesuatu luka;

b. Dengan penjara selama-lamanya sembilan tahun jika kekerasan tersebut menyebabkan luka berat;

c. Dengan penjara selama-lamanya dua belas tahun jika kekerasan tersebut menyebabkan kematian orang lain.

Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan

(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

UU Perlindungan Anak

Selain jeratan hukum melalui KUHP, para pelaku penganiayaan anak juga bisa dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. 

Berikut bunyi pasal lengkapnya: 

Pasal 76 huruf c 

"Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak."

Pasal 80 (1) 

"Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 c, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 juta."

Pasal 80 (2)

“Dalam hal anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp100 juta.

Dipicu Celana Dalam

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan warga Desa Banyusri, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Jawa Tengah termasuk salah satu ketua RT dilaporkan ke Polres Boyolali atas dugaan penganiayaan terhadap bocah laki-laki, KM, 12. 

Penganiayaan tersebut berawal atas tuduhan pencurian celana dalam yang dilayangkan kepada KM pada Senin (18/11/2024) 22.00 WIB

Perwakilan keluarga, Fahrudin, menyampaikan kronologi berawal dari sang ayah korban yang sedang berjualan di Jakarta ditelepon oleh ketua RT setempat, Minggu (17/11/2024). 

Ia diminta pulang karena anaknya diduga mencuri celana dalam warga.

Fahrudin menceritakan ayah KM tiba di rumah Senin sekitar pukul 21.00 WIB lalu datang ke rumah Ketua RT untuk mengklarifikasi kejadian tersebut sekaligus meminta maaf kalau kejadian itu benar.

“Sesampai di rumah Pak RT, bapak dan korban diarahkan menuju ke rumah sesepuh warga sekitar. Sesampainya di situ, si anak ditanya, diinterogasi mencuri dalam si ini, ini, dan ini. Mungkin karena di bawah tekanan, kemudian dijawab si anak iya. Lalu, terjadi pemukulan diawali oleh Pak RT dan istrinya,” kata dia saat dihubungi Espos, Senin (9/12/2024) malam.

Kemudian warga lain juga melakukan pemukulan. Ayah korban berusaha memeluk korban untuk melindungi si bocah 12 tahun dari pukulan, akan tetapi dipukul lalu ditarik kemudian didudukkan di kursi. 

Sang ayah tak bisa menghentikan, terlebih ada belasan orang yang diduga menganiaya si bocah.

Fahrudin mengatakan korban dilarang ke rumah sakit karena bisa berpotensi kasus mencuat. 

Namun, Fahrudin nekat membawa KM ke rumah sakit pada Selasa (19/11/2024) pagi karena kondisi bocah dinilai parah.

KM kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Sisma Medika Karanggede. Karena keterbatasan alat kemudian diarahkan ke RS Waras-Wiris Boyolali.

Di sana, kepala korban KM di-scan dan dikatakan ada patah di tulang hidung, penyumbatan pembuluh darah di kepala belakang, dan penyumbatan bagian depan serta retak. 

Ia mengatakan bahkan satu kuku kaki sebelah jempol dicabut dengan tang.

Oleh dokter di RS Waras-Wiris, KM dirujuk ke RS Moewardi Solo dan dirawat di sana selama dua hari. 
Hingga saat ini, KM masih menjalani rawat jalan di sana, bahkan dirujuk ke psikiater untuk mengatasi traumanya.

Ia mengatakan atas kejadian tersebut, keluarga melaporkan sekitar 15 orang termasuk Ketua RT ke unit PPA Polres Boyolali pada Selasa. 

Saat itu, kondisi KM luka lebam bahkan bengkak di kedua mata sehingga kesulitan melihat.

“Kondisi anaknya saat ini masih trauma,” kata dia.

Fahrudin mengatakan sempat ada mediasi sekitar lima kali antara keluarga dengan Ketua RT serta warga yang dilaporkan. 

Keluarga juga telah memaafkan akan tetapi meminta proses hukum tetap berjalan.

“Keluarga sih memaafkan, akan tetapi masalah ini, keluarga mempercayakan sepenuhnya ke kepolisian,” kata dia.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Arif Mudi Prihanto, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang dialami bocah 12 tahun asal Banyusri tersebut.

“Saat ini masih proses lidik,” kata dia. 

Sentimen: neutral (0%)