Usai Libur 1 Muharram, Nilai Tukar Rupiah Menguat ke 14.985 per Dolar AS
Liputan6.com Jenis Media: Ekonomi
Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Kamis ini. Penguatan rupiah ini salah satunya didukung oleh surplus neraca perdagangan Indonesia.
Pada Kamis (20/7/2023), nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, menguat 0,08 persen atau 12 poin menjadi 14.985 per dolar AS dari sebelumnya 14.997 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra memprediksi rupiah masih berpeluang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, karena pengaruh perkembangan ekspektasi bank sentral AS yang segera menghentikan program kenaikan suku bunga acuan untuk memerangi inflasi di AS.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, menguat 0,08 persen atau 12 poin menjadi Rp14.985 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.997 per dolar AS.
"Potensi penguatan ke arah support di sekitar 14.930-14.900 per dolar AS dengan potensi resisten di sekitar 15.000 per dolar AS hari ini," ucapnya dikutip dari Antara.
Saat ini, kata Ariston Tjendra, posisi suku bunga acuan The Fed berkisar 5,00-5,25 persen.
"Kalau Juli ini (suku bunga acuan) naik 25 basis poin, jadi 5,25-5,50 persen," ujar dia.
Dengan tren penurunan data inflasi AS yang terus mendekati kisaran target 2 persen, ditambah sebagian data-data ekonomi AS yang lemah (berdasarkan survei CME Fedwatch Tool) sehingga dapat memicu inflasi, probabilitas Bank Sentral AS akan menahan suku bunga hingga akhir tahun meningkat sebesar 50 persen.
Sementara itu, keadaan dari dalam negeri, lanjut dia, rupiah masih didukung oleh surplus neraca perdagangan bulan Juni 2023 yang melebihi ekspektasi.
"Trade balance yang bulan ini rilis surplus 3,46 miliar dolar AS (dengan) ekspektasi surplus 1,35 miliar dolar AS," ungkap Ariston.
Sentimen: negatif (64%)