Dorong RKUHP Disahkan, Johan Budi Minta Ruang Diskusi Tetap Dibuka untuk 14 Isu Krusial

  • 13 Juli 2022 07:06:52
  • Views: 7


Johan Budi menyebutkan, perluny masukan yang dimaksudkan Johan adalah cukupdengan 14 isu krusial. Kalau kita debat terus, nggak selesai-selesai jadi masukannya mengerucut di 14 isu krusial itu, demikian kata  Johan Budi.

Adapun 14 isu krusial yang dimaksud adalah pasal hukum yang hidup dalam masyarakat (Living Law); pidana mati; penyerangan harkat dan martabat Presiden dan Wakil Presiden; menyatakan diri dapat melakukan tindak pidana karena memiliki kekuatan gaib; dokter atau dokter gigi yang melaksanakan pekerjaannya tanpa izin; contempt of court; unggas yang merusak kebun yang ditaburi benih.

Kemudian juga pasal soal advokat yang curang; penodaan agama; penganiayaan hewan; alat pencegah kehamilan dan pengguguran kandungan; penggelandangan; pengguguran kandungan; perzinaan, kohabitasi, dan pemerkosaan.

Johan Budi mengatakan, terdapat masukan dari Pemerintah dalam 14 isu krusial dalam draft RKUHP terbaru. Salah satunya penghapusan sejumlah pasal berdasarkan pertimbangan dari hasil diskusi publik.

“Pemerintah mengusulkan ada 2 pasal yang dihapus dari 14 isu krusial itu. Mengenai pemidanaan Dokter atau Dokter Gigi ilegal dan soal pasal Advokat curang. Nanti akan kita bahas, terangnya.

Johan Budi pun berharap Pemerintah melalui Kemenkum HAM terus melakukan sosialisasi mengenai substansi dari 14 isu krusial RKUHP. Apalagi sejumlah pasal masih menjadi sorotan publik.


“Edukasi kepada masyarakat lewat sosialisasi, khususnya terhadap 14 isu krusial RKUHP, harus semakin digiatkan agar publik dapat memahami substansinya secara lebih menyeluruh, tutup Johan Budi.

https://politik.rmol.id/read/2022/07/13/540026/dorong-rkuhp-disahkan-johan-budi-minta-ruang-diskusi-tetap-dibuka-untuk-14-isu-krusial

Sumber: https://politik.rmol.id/read/2022/07/13/540026/dorong-rkuhp-disahkan-johan-budi-minta-ruang-diskusi-tetap-dibuka-untuk-14-isu-krusial
Tokoh

Graph

Extracted

companies ADA,
ministries Kemenkum HAM,
cases HAM, penganiayaan,